Kejatuhan Manusia - Kejadian 3

Kejadian 3


Kejatuhan manusia berkaitan erat dengan peristiwa pengusiran si ular atau naga yang sudah dikalahkan di sorga. Sehingga si Naga dan sepertiga malaikat yang menyertainya tidak punya tempat lagi di sorga dan dilemparkan ke bawah, ke bumi (Wah 12:8-9). Dengan wujudnya sebagai ular di bumi, dia datang ke si perempuan. Bagi si Naga atau si ular ini menjadi pertarungan kedua baginya, setelah dia kalah saat ada di surga (Wah 12:1-6).

Pertarungan kedua, si perempuan hanya didampingi oleh Adam, dimana pertarungan terjadi lewat pikiran mereka. Dan kejatuhan manusia itu tidak jauh juga dari Firman Tuhan yang balikkan olehnya. ”Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” (ay.1). Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: ”Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” (ay 4-5).

Ya ini jadi pintu masuk kejatuhan manusia, firman Tuhan yang dibalikkan lewat pikiran manusia. Dimana desain awal manusia itu amat baik di taman eden di bumi, menjadi hancur oleh pikirannya sendiri. Itupun setelah ada interaksi atau si manusia membuka pikirannya dengan si si Iblis yang sudah dicampakkan ke bumi.

Tuhan-pun datang di hari yang sejuk yang awalnya hendak bercengkerama dan sharing bersama, si manusia-pun akhirnya menjauh dan bersembunyi setelah dia tahu salah, dan matanya tebuka.  Tuhan pun memanggil-manggilnya, dan akhirnya tahu bahwa mereka telah melanggar Firman Tuhan.

Konsekuensinya pun berat, bukan hanya bagi si Adam dan si perempuan,  si ular juga kena. Adam yang susah payah untuk mencari hidup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, yang awalnya sangat mudah karena tinggal menikmati berkat Tuhan. Si perempuan yang susah payah mengandung dan melahirkan. Si Ular-pun yang awalnya berjalan dengan kaki, kini berjalan dengan perutnya. Permusuhan-pun terjadi sampai sekarang antara ular dengan kita sebagai manusia. 

Dan terakhir hukumannya adalah pengusiran dan penghalauan dari hadirat Tuhan. Ini menjadi penghukuman yang sangat berat. Yang awalnya kita bisa sangat dekat dengan Tuhan, tapi kini kita sangat jauh dari Tuhan.

Apa artinya dengan perenungan ini? Dengan pengalaman si Adam dan si Hawa, kita harus belajar banyak, bahwa awal kejatuhan di awali dengan pikiran kita. Dan bahkan sangat rohani sekali, ayat-ayat dalam firman Tuhan-pun bisa menjadi media yang akan menyesatkan kita. Jika firman Tuhan itu diplesetkan dan disesuaikan dengan keinginan daging manusia. Dimana seharusnya  Firman Tuhan yang mengoreksi kedagingan manusia. Bukan kedagingan kita dibenarkan oleh Firman Tuhan.

 Masihkah kita bertindak dan mencari ayat-ayat firman Tuhan yang hanya menyenangkan dan memberkati kita, tanpa mencoba untuk melihat ayat-ayat yang mungkin saja mengoreksi dan mengingatkan kita untuk kembali dari dosa-dosa kita selama ini?

Lopait, 9 Januari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Allah Sang Pencipta Kita Lewat Ciptaannya- Kejadian 1

LOVE, SEX & DATING

Desain Manusia Awal pada Taman, Pohon Kehidupan dan Sungai- Kejadian 2