Menjadi Manusia Nuh - Kejadian 6
![]() |
| Kejadian 6 |
Meskipun dunia
khususnya si manusia dalam pandangan Tuhan adalah ciptaan yang gagal, karena
kejahatannya yang besar, dan kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan
semata (ayat 5), tapi Nuh mendapatkan tempat yang spesial di mata Tuhan.
'Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan (Kejadian 6:8).
Bagaimana bisa
sosok Nuh spesial dimata Tuhan? Tentu berkaca kepada ayat-ayat sebelumnya,
yakni dia menjadi sosok yang berbeda dari kebanyakan manusia yang ada. Pertama,
keturunan dan komitmen Nuh yang tidak mau mencemarkan dirinya dengan kawin
campur. Dimana keturunan Nuh yang memang berasal dari keturunan Allah atau
anak-anak Allah, tetap memilih pasangan dari mereka yang masih satu garis dari
keturunan Allah.
Sementara mereka
manusia-manusia jahat, terjadi percampuran benih lewat pasangan yang tidak
seimbang. Alhasil Tuhan memutuskan 3 hal terjadi bagi manusia itu. Pertama
tidak membiarkan Roh-Nya selama-selamanya tinggal di dalam manusia. Kemudian,
usia manusia hanya akan mencapai 120 tahun saja. Ketiga, akan menghapuskan
bukan hanya manusia, sebagai ciptaan-Nya, hewan dan segala binatang yang
melata, di udara juga dapat imbasnya, yakni akan dipunahkan.
Dengan persoalan
yang ada di zamannya Nuh, ternyata masih terjadi sampai sekarang. Ada begitu
banyak manusia jahat, tapi tidak sedikit manusia yang baik dan yang bekenan
kepada Allah. Mau tidak mau kuncinya untuk menjadi manusia Nuh adalah pilihan
yang harus kita buat, kalau tidak, Roh Allah meninggalkan kita, usianya
dikurangi dan terakhir mati atau binasa.
Bagaimana supaya
kita bisa menjadi manusia Nuh? Pertama memilih hidup yang benar dan tidak
bercela sedikitpun dimata Tuhan (ay.9). Kedua dan ini yang menjadi sangat
penting, yakni ketaatan dan menyelesaikan apa yang menjadi Firman Tuhan yang
datang kepadanya. Nuh tidak membiarkan satu Firman Tuhan lewat begitu saja,
tapa melakukan apapun itu yang menjadi kehendak-Nya.
Mulai dari ayat 13
sampai ayat 22, sangat jelas tertulis kondisi kekinian yang terjadi, apa yang
harus dilakukan Nuh, yakni membuat sebuah kapal yang sangat spesifik, panjang,
lebar hingga tingginya, hingga apa yang akan terjadi setelah tugas pembuatan kapal
selesai. Dan bagaimana perjanjian baru yang Tuhan buat kepada Nuh setelah
manusia lama dan jahat tersebut hilang setelah badai banjir datang untuk
memusnahkan manusia?
Perkiraan pembuatan
kapal kurang lebih dari 100 tahun. Kerena kelahiran Sem, Ham dan Yafet tepat di
500 tahun usia Nuh (Kej 5: 32). Dan datangnya air bah setelah usia Nuh ada
diangka 600 tahun (Kej 7: 6). Artinya dimasa-masa 100 tahun tentu bukan hal yang
mudah untuk tidak mendengarkan segala cemoohan yang mungkin datang dari
tetangga-tetangga Nuh. Tapi Nuh tetap setia kepada perkataan dan janji Allah
yang datang kepadanya.
Kemudian untuk
menyelesaikan semua tugas yang Tuhan perintahkan, perlunya clarity atau
kejelasan yang sangat jelas sebelum melakukan sebuah tugas. Bagaimana detail
kapal yang ia buat harus sesuai dengan maksud Tuhan. Beginilah engkau harus
membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan
tiga puluh hasta tingginya. Buatlah atap pada bahtera itu dan
selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada
lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
Pertanyaanya,
sudahkah kita dengan jelas menerima apa yang menjadi tugas dan mandat yang
harus kita kerjakan selama ini?
Lopait, 19 Januari
2026

Komentar
Posting Komentar