Mengenal Allah Sang Pencipta Kita Lewat Ciptaannya- Kejadian 1
![]() |
| Visual Kejadian 1 |
Frase pendahulu
dalam alkitab kita dimulai sebuah kalimat pada mulanya. Dan jika kita coba cari
di alkitab digital dengan versi Terjemahan Baru di gawai, maka akan ditemukan 7
hasil pencaharian yang menggambarkan bagaimana konsep pada mulanya dalam konteks
penciptaan dijelaskan dengan baik.
Sementara dalam
versi bahasa Inggrisnya (NIV) dengan transliterasinya “in the beginning”
terdapat 4 kitab yang mencatat. Yakni di dalam Kejadian 1:1; Yohanes
1:1-2; Mazmur 102:25, dan Ibrani 1:10.
Semuanya menggambarkan dasar dari bumi dan langit adalah Allah sendiri sebagai
satu-satunya pencipta.
Ada 6 hari
penciptaan yang dilakukan Tuhan Allah sendiri dan semuanya selalu ditutup
dengan 1 frase bahkan di beberapa ayat menjadi satu ayat tersendiri juga. Yakni
jadilah petang dan jadilah pagi, tertulis di ayat 4, ayat 8, ayat 13, ayat 19,
ayat 23, ayat 31.
Bagaimana kompleks
dan rumitnya proses penciptaan hanya digambarkan dalam 31 ayat di Kejadian 1?
Kita bisa memahami dengan detail alur dan proses penciptaan Allah yang begitu
mulianya. Dimulai dari hari pertama menciptakan terang yang dipisahkan dari gelap.
Hari kedua, menciptakan cakrawala (air di udara dan di bumi). Hari ketiga,
daratan yang dipenuhi dengan segala tunas dan tumbuhan kemudian lautan. Hari
keempat, benda-benda penerang termasuk di dalamnya adalah galaxi. Hari kelima,
segala mahluk hidup baik yang ada baik di udara dan di lautan, juga Tuhan
perintahkan mereka untuk berkembang biak.
Hari keenam,
ternyata bukan hanya manusia, mahluk yang diciptakan Tuhan. Di ayat 24, 25
Tuhan perintahkan bumi untuk mengeluarkan segala jenis binatang yang ada di
daratan, baik binatang ternak, melata, maupun binatang liar.
Baru di ayat 26
hingga ayat 31 khusus tentang kita manusia. Kita dicipta sebagai laki-laki dan
perempuan menurut rupa dan gambar Allah (ayat 26-27), Allah memberikan mandat
atau tugas kepada kita untuk beranak cucu, memenuhi bumi dan menaklukkannya,
baik binatang maupun ikan-ikan (ayat 28). Mencukupkan makanan baik bagi manusia
maupun bagi seluruh binatang yang ada. Dimana desain makanan kita maupun
binatang pada mulanya adalah bersumber dari tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan
yang berbiji. Jadi kita desainnya adalah herbivora dan bukan omnivora (memakan
segalanya).
Apa makna dari
proses penciptaan Allah, dan alur penciptaan seluruh semesta yang begitu indah
dan begitu runut dalam prosesnya? Tentu kita diminta di awal tahun baru ini,
untuk terus mengenal Allah kita dengan sungguh-sungguh lagi. Kita bisa tahu
prosesnya, dan bagaimana dasyatnya Allah menciptakan itu semua, penuh dengan
segala kemuliaan yang Allah sudah taruh bagi kita dari mulanya.
Kita kenal Allah
lebih lagi, dengan ciptaan-ciptaan Tuhan lainnya. Mensyukuri semua apa yang
terjadi. Tapi satu hal yang tidak boleh kita lupa, yakni bertanggungjawab akan
segala yang Tuhan sudah titipkan bagi kita untuk bisa kita kelola, yakni bumi
dan segala isinya. Sudahkah kita menjadi orang yang bertanggungjawab?
Lopait, 5 Januari
2026

Komentar
Posting Komentar