Permintaan Abraham Tentang Sodom dan Gomora - Kejadian 18

 

Kejadian 18

Dalam perikop ini, asal ada saja orang benar dalam satu kota atau satu bangsa yang berjuang bagi kota atau bangsanya, niscaya bangsa itu akan luput dari bencana bahkan akan dapatkan berkat dari Tuhan. Begitu juga sebaliknya ketika tidak ada orang benar berdiri disana, niscaya secepat itu bencana atau hukuman Tuhan akan hadir di kota atau di bangsa itu.

Namun tidak cukup mereka yang ada di dalam kota atau bangsa itu, tetap butuh orang benar di luar dari Kota atau bangsa itu yang memohonkan berkat keselamatan. Seperti Abraham yang telah berdoa bagi Sodom dan Gomora yang hendak dihancurkan Tuhan, bahkan sampai enam kali Abraham memohonkan tentang jumlah orang benar yang ada disana. Supaya orang benar tidak diluluhlantahkan bersama dengan orang orang fasik.

Syafaat Abraham mulai dari 50, 45, 40, 30, 20 dan terakhir 10 orang benar jika ada disana dengan sejumlah itu, kota atau bangsa itu tidak akan dimusnahkan. Masalah kuantitas juga diperhatikan sama Tuhan. Karena tidak ada sejumlah itu orang benar berdiri disana bagi bangsanya, akhirnya pemusnahan tidak bisa dihindarkan lagi.

Permohonan ini tidak serta merta terjadi. Abraham yang sudah paham dan mengenal Allah yang turun ke bumi secara langsung, di kisah perikop sebelumnya.  Abraham bisa dengan sangat jelas tahu dan kenal ketika di siang hari yang terik saat ada 3 orang yang datang melintasi perkemahannya di Mamre, meminta mereka untuk mampir sejenak di perkemahannya. Abraham mengambil kesempatan untuk bisa melayani ketiga orang itu dengan menyediakan air untuk membasuh kaki, persembahan berupa roti, menyediakan daging dan susu untuk bisa dinikmati sambil istirahat. Sebelum melanjutkan perjalanannya lagi.

Tujuan Allah awalnya hendak langsung ke Sodom dan Gomora untuk melihat tentang kejahatan mereka yang sudah sampai dihadapanNya. Tapi karena Abraham adalah orang yang sudah dipilih Tuhan menjadi bangsa yang besar yang akan dilahirkan lewat keturunannya, Tuhanpun tidak bisa menahan tentang apa yang akan direncanakannya terhadap Sodom dan Gomora.

Tetapi sebelum itu, di awal perikop Kejadian 18 ini, terjadi penyampaian janji yang berulang. Di Kej.17 sebenarnya Allah sudah turun jumpai Abram yang kemudian diubah namanya jadi Abraham tentang anak yang akan lahir dari Sara istrinya. Mendengar janji itu, Abraham tertawa karena usianya sudah lanjut dan istrinya sudah mati haid. Tuhan tidak menegor tawanya Abraham di dalam hati. Sementara di perikop Kej.18 saat dengar tertawanya Sara yang meskipun dalam hati, Tuhan tahu. Dia langsung menegor Sara.

Apa makna dari kisah Tuhan Allah turun langsung ke bumi dan menjumpai Abraham? Pertama, Segala hal yang akan Tuhan lakukan bagi bangsa-bangsa yang menolak Tuhan, sesungguhnya Tuhan sudah dan sedang menyampaikan itu terlebih dulu kepada hambanya yang setia. Sehingga pertanyaannya, Adakah kita bersyafaat bagi mereka, dan bagi bangsa itu? Adakah kita berdiri juga bagi bangsa kita sendiri, tampil menjadi orang benar di bangsa ini, meskipun dunia sedang rusak oleh tipu daya si Iblis?

Kedua, tentang janji keturunan bagi Abraham yang akan lahir dari Sara istrinya, yang disambut dengan tertawa seakan meragukan janji Tuhan tersebut digenapi. Beda dengan Abraham yang juga tertawa tapi meyakini bahwa janji itu akan terjadi. Dimanakah sikap kita, apakah seperti tawanya Sara atau tawanya Abraham untuk melihat janji Allah digenapi dalam hidup kita?

Lopait, 18 Februari 2026

Created by Rinto Simorangkir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Allah Sang Pencipta Kita Lewat Ciptaannya- Kejadian 1

Kejatuhan Manusia - Kejadian 3

Generasi Adam sampai Nuh, Kita Pelajari Apa? Kejadian 5