Beranak Cucu dan Bertambah Banyak - Kejadian 9
![]() |
| Kejadian 9 |
Usai peristiwa air
bah di kejadian 9, awal sekali yang Tuhan lakukan adalah memberkati mereka dan
menyatakan firman kepada mereka, beranak cucu dan bertambah banyaklah serta
penuhilah bumi. Bahkan dalam perikop ini sampai tiga kali pernyataan itu keluar
yakni di ayat 7 dan ayat 19. Di ayat 19 menjadi ayat perwujudan dari perintah
Tuhan tersebut.
Dan kamu,
beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas
bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya.” Kej 9:7; Yang tiga inilah anak-anak
Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi. Kej. 9:19. Firman
ini juga mengulang perintah firman kepada Adam sebagai manusia awal yang Tuhan
ciptakan (Kej 1:28). Setelah firman tersebut keluar selanjutnya firman tidak
akan menghancurkan bumi kembali dengan air bah lewat tanda yang akan Tuhan buat
senantiasa yang kita kenal saat ini yaitu pelangi. Busur-Ku Kutaruh di awan,
supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 'Kejadian 9:13.
Firman inipun keluar setelah Tuhan mencium
persembahan Nuh dan Ia berfirman di dalam hati-Nya (Kej 8:21). Ada proses yang
terjadi sebelum Nuh dan seluruh mahluk hidup mendapatkan firman kedua tersebut,
yakni saat Nuh memberikan persembahan yang harum dihadapan Tuhan. Selanjutnya
dinamika dalam keluarga Nuh juga ada setelah sesi Tuhan bicara dengan mereka,
mulai dari ayat 18-29. Dimana perkataan kutuk dan berkat keluar kepada
anak-anaknya Sem, Ham dan Yafet. Setelah Nuh yang adalah seorang petani anggur mula-mula,
menjadi mabuk setelah minum hasil anggurnya. Tercatat karena mabuknya ia
telanjang dalam kemahnya. Hal ini terlihat sama anak-anaknya.
Ham yang secara langsung melihat aurat papanya
tidak melakukan apa-apa menolong papanya tapi cerita kepada kedua saudaranya
yang lain. Sementara Sam dan Yafet berjalan mundur kemudian pergi menutup aurat
papanya. Perkataan kutuk keluar kepada Ham, menjadi hamba yang paling hina,
sementara Sam dan Yafet dapatkan berkat.
Apa pembelajaran dari kisah ini? Berkat atau
kutuk bisa datang akibat dari pilihan-pilihan yang kita lakukan. Setelah bumi
kembali di reset oleh Allah sendiri, Tuhan selalu ingin memberkati kita lagi,
tapi waspada saat kutuk terucap, bukan oleh Tuhan tapi oleh manusia. Dimana
saat Nuh ternyata mengutuk Kanaan atau Ham, karena pilihan Ham tidak berbuat
apa-apa saat papanya lagi jatuh atau mabuk. Dia malah cerita kepada dua
saudaranya yang lain.
Tapi sebaliknya berkat datang kepada Sem dan
Yafet setelah berbuat baik kepada papanya. Sem menjadi pemimpin dari
saudara-saudaranya yang lain. Yafet diberkati dengan meluaskan tempat kediaman
Yafet dan tetap tinggal dalam kemah-kemah Sem. Sementara Ham atau Kanaan
menjadi hamba bagi kedua saudaranya yang lain.
Kemudian, berkat keturunan dan berkuasa atas
segala ciptaan Tuhan lainnya datang atas inisiatif Tuhan sendiri. Bumi yang
indah yang Ia ciptakan setelah mengalami pembaruan lagi, ingin melahirkan
anak-anak Allah yang bisa menguasai, memelihara dan bahkan mengembangkan segala
potensi alam yang Tuhan Allah sudah ciptakan sebelumnya. Tapi ternyata kutuk masih ada dan terucapkan.
Sehingga potensi rusaknya manusia tetap terjadi. Olehnya hati-hati dengan
perkataan kita sendiri. Apalagi kepada keturunan kita sendiri.

Komentar
Posting Komentar