Senin, 15 Juni 2026

Yehuda dan Tamar - Kejadian 38

 

Kejadian 38


Dua sikap yang kontras dari anak Yakub yang dibahas secara khusus dalam perikop Kejadian 38 dan Kejadian 39, yakni antara Yehuda dan Yusuf. Yehuda yang jatuh dalam dosa perzinahan meskipun tampak tidak disengaja, sementara Yusuf dalam perikop setelahnya tidak jatuh dalam dosa perzinahan.

Kontras juga antara pilihan para istri yang akan diambil anak-anaknya Yakub, seakan Yakub tidak mewajibkan mengambil istri untuk anak-anaknya dari tanah leluhurnya. Persis seperti Abraham dan Ishak yang mengambil istri dari Padan-Aram. Karena Yakub memang lari dan rumah Laban membawa istri dan anak-anaknya serta harta benda yang dia peroleh dari sana.

Sehingga anak-anak Yakub yang dua belas orang bebas memilih siapapun yang jadi istri mereka masing-masing. Khusus perikop ini, Yehuda yang memilih dari perempuan Kanaan, bertemu saat dia berkunjung ke rumah sahabatnya di Adulam, namanya Hira. Memperistri Syua dan melahirkan tiga orang anak, Er, Onan dan Syela. Tapi sayangnya Er dan Onan adalah anak-anak yang jahat di mata Tuhan, sehingga mereka mati. Seakan Papanya, Yehuda tidak tahu kejahatan kedua anaknya itu, sehingga meminta Tamar menantunya untuk pulang dulu ke rumahnya, sampai Syela besar dan melanjutkan pernikahan ipar.

Sesudah Syela besar, tak kunjung diberikan Syela menjadi suaminya Tamar. Sehingga dia langsung datang ke tempat mertuanya datang, yakni di Timna saat dia hendak menggunting bulu di sana. Hartanya, kambing dan dombanya Yehuda ada di sana di tempat sahabatnya, tidak menyatu dengan harta dan benda kepunyaan papanya.

Yehuda mengira, Tamar adalah perempuan sundal. Sehingga bertepatan saat istrinya, Syua mati, kesepian menginggapi Yehuda dan meminta perempuan yang bertelekung itu menemaninya tidur. Tapi Tamar sebelum melakukan itu, meminta terlebih dahulu apa yang jadi jaminannya, yaitu cap meterai, kalung serta tongkat yang saat itu sedang dipegangnya. Akhirnya dia pulang kembali ke rumah papanya.

Kemudian ketahuan bagi Yehuda, menantunya itu  bersundal dan telah mengandung karenanya. Dia meminta untuk menghadapkannya ke publik untuk diadili. Tapi akhirnya ketahuan bahwa dialah penyebabnya, karena tak kunjung Syela diberikan kepada Tamar untuk melanjutkan pernikahan ipar. Yehuda memilih untuk tidak bersetubuh lagi dengannya, dan Tamar melahirkan dua orang anak kembar. Yakni Peres yang sangat kuat muncul duluan menarik kakaknya, Zerah yang sudah diberi benang kirmizi.

Apa makna dari perikop ini? Pertama, melahirkan anak yang benar tentu sangat sulit jika punya orang tua, salah satunya tidak benar. Dimana Er dan Onan jahat dimata Tuhan sehingga mereka mati dihadapannya. Papanya tidak sadar dengan kejahatan anak-anaknya, karena pilihan siapa pasangan hidupnya. Memang tidak terinci apa yang kejahatannya Er, sementara Onan karena merasa dia bukan pewaris nama keturunan melainkan kakaknya, sehingga dia menyia-nyiakan sumber dayanya. Sehingga pilihlah pasangan hidup yang tepat, baik dan benar dihadapan Tuhan.

Kedua, kasih karunia Tuhan tetap berlaku bagi anak-anaknya, sekalipun tampaknya Yehuda jatuh dalam dosa perzinahan, nama Yehuda tetap diakui sebagai garis keturunannya penyelamat dunia, yaitu Yesus. Anugerahnya besar bagi kita, melebihi dosa-dosa yang saat ini sedang kita miliki. Minta anugerahnya, jika kita tahu salah, dan mohon ampun untuk tidak melakukannya kembali. Jangan menjadi orang yang bebal dan akhirnya tetap mati dalam kesalahan dan dosa tersebut.

Lopait,  17 Maret 2026 

Yusuf dan Mimpinya - Kejadian 37

 

Kejadian 37


Citra anak-anak Yakub yang berjumlah 12 orang itu, dalam alkitab kita tercatat, bagaimana mereka sering berbuat jahat khususnya dalam hal ternak mereka. Tidak sama karakternya dengan Yakub papanya, yang sangat begitu keras bekerja sehingga domba dan kambing serta yang lainnya yang awalnya sangat dikit dimiliki oleh Laban, mertuanya bisa menghasilkan hingga ribuan domba dan kambing. Kurang lebih 14-20 tahun. 14 tahun pertama semua domba dan kambing yang ada masih kepunyaan Laban, baru tahun ke 15 sampai tahun ke-20 baru upah domba dan kambing jadi milik Yakub.

Kontras sikap dan keuletan anak-anak Yakub dibandingkan Yakub sendiri. Satu orang bisa mengerjakan dan menghasilkan banyak hal, sementara 10 anak Yakub yang lainnya tidak bisa menyamai prestasi papanya, bahkan sampai mau berbuat jahat atas ternak mereka. Sehingga Yusuf sering melapor akan kejahatan kakak-kakaknya itu.

Kebencian kakak-kakaknya semakin bertambah saat ada perbedaan sikap oleh Yakub kepada anak-anaknya yang lain dengan memberikan jubah yang maha indah kepada Yusuf. Kemudian  kala mimpi Yusuf yang adalah mimpi yang dari Tuhan, disampaikan ke keluarga besar Yakub. Sebuah mimpi yang akan menggambarkan masa depan Yakub atau Israel di kemudian hari.

Mulai dari mimpi tentang berkas-berkas kakaknya yang sujud menyembah berkasnya Yusuf. Hingga 11 bintang, matahari dan bulan tunduk menyembah Yusuf. Kakak-Kakaknya kian membenci Yusuf, tetapi tentang pernyataan mimpi itu, Yakub menyimpannya dalam hati, meskipun awalnya marah karena mereka harus sujud dihadapan Yusuf. 

Akhirnya reka-reka yang jahat mulai muncul kala kebencian sudah menimpa. Awalnya ingin membunuh Yusuf saat dia datang ke Dotan, dimana mereka sedang menggembalakan semua ternak disana. Sebelumnya ada di Sikhem untuk menggembalakan seluruh ternak. Yusuf  ketemu seorang yang memberikan petunjuk kepadanya dan bertanya dimana kakak-kakaknya?

Rencana berubah daripada membunuh, lebih baik dijual saja supaya dapat keuntungan secara material. Tepat saat saudagar-saudagar Midian lewat, tepatnya Photifar, Yusuf dijual seharga 20 syikal perak. Kemudian untuk menutupi perbuatan mereka, pakaian jubah kebesaran Yusuf diambil dan memercikkan darah domba ke jubah yang dikenakan oleh Yusuf tersebut. Papanya sangat sedih bahkan berharap ingin langsung turun ke dunia orang mati, karena kesedihan atas kepergian anaknya itu.

Apa yang dapat kita pelajari dari perikop ini? Pertama, hal-hal yang baik yang dilakukan oleh generasi pendahulu, hendaknya kita bisa lakukan. Bahkan effort atau usahanya berlipat untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak mudah atau pantang menyerah sebelum berhasil mengembangkan sesuatu yang baik dari pendahulu kita tersebut. Apalagi jika masing-masing personel anak Yakub mampu meniru sikap ayahnya yang ulet, sudah tentu mereka tidak akan punya pikiran untuk berbuat jahat. Karena pikiran mereka bagaimana untuk mengembangkan ternak yang sudah ada bisa 10 kali bahkan 20 kali lipat.

Kedua, berani bermimpi apalagi jika itu mimpi yang Tuhan titipkan dalam hidup kita. Perkatakan dan nyatakan meskipun akhirnya dibenci atau dijauhi bukan jadi persoalan. Kita tetap fokus untuk menyelesaikan mimpi yang dari Tuhan. Meskipun prosesnya memang tidak mudah, asal kita berani bayar harga, niscaya mimpi itu akan berhasil.

Lopait, 14 Maret 2026

Belajar dari Keturunan Esau - Kejadian 36

 

Kejadian 36


Sangat unik perikop dalam kitab Kejadian 36, yang hanya menggambarkan secara jelas dan rinci bagaimana keturunan Esau, kakak tertua dari Yakub. Esau yang akhirnya pindah dari tanah Kanaan di Hebron menuju pegunungan Seir yang kemudian berubah nama jadi Edom oleh karena Esau tinggal dan menetap disana.

Dia sadar dan mengerti, setelah papanya, Ishak meninggal dan dikuburkan, bahwa warisannya bukan di tanah Kanaan melainkan di tanah atau pegunungan Seir. Esau membawa istri, anak-anaknya, serta ternaknya semua yang ada di tanah Kanaan pergi ke Seir. Sebab harta mereka kalau digabungkan dengan kepunyaan Yakub tidak mencukupi untuk tinggal bersama (Kejadian 36: 5-8).

Meskipun ada perbedaan nama istri-istri Esau yang tercatat dalam perikop ini dengan nama Istri Esau di Kejadian 26, tapi mereka masih orang yang sama. Sebab menurut sejarah orang zaman dulu, kebiasaan mengubah nama menjadi suatu hal yang biasa jika pindah ke suatu tempat yang berbeda. Versi Kejadian 26, 2 istri pertama, Esau bernama Yudit (anak Beeri orang Het) dan Basmat, anak Elon orang Het. Kemudian bertambah satu lagi di Kejadian 28, Mahalat, anak Ismail, adik Nebayot.

Versi Kejadian 36, Ada, Anak Elon orang Het; Oholibama, Anak Ana, anak Zibeon orang Hewi, dan Basmat, anak Ismail, adik Nebayot. Sehingga perubahan nama dari Yudit menjadi Ada, Basmat menjadi Oholibama, dan Mahalat menjadi Basmat. Perubahan nama terjadi karena sudah ada di Seir atau Edom.

Total anak Esau dari ketiga istrinya itu berdasarkan perikop ini, yakni sebanyak 5 orang saja, yakni Elifas (dari Ada), Yeush, Yaelam dan Korah (dari Oholibama) dan Rehuel dari Basmat. Sementara cucunya Esau ada 10 tercatat. Dari Elifas  sebanyak 6 cucu yakni Teman, Omar, Zefo, Gaetam, Kenas dan Amalek. Dari Rehuel ada 4 cucu yakni Nahat, Zerah, Syama dan Miza.

Sebelum terjadi perpaduan keturunan antara Esau dengan keturunan Seir, alkitab kita juga sangat jelas menggambarkan anak-anak Seir (Kejadian 36:20-30). Ada 7 anaknya yakni Lotan, Syobal, Zibeon, Ana, Disyon, Ezer dan Disyan. Sementara cucunya Seir ada 21 anak. Cucu terbanyak dari Syobal ada 5 cucu, yakni Alwan, Manahat, Ebal, Syefo dan Onam. Dan yang diambil oleh Esau yaitu Oholibama.

Dari keturunan Seir juga ada penemu sumber mata air panas, yakni Ana, anak Zibeon. Saat dia menggembalakan ternak ayahnya itu. Padahal di padang gurun, tapi ada sumber mata air panas. Untuk yang menjadi raja di Edom sebelum dari keturunan Esau memimpin ada 8 raja yang memimpin. Kemudian dilanjutkan keturunan Esau ada 11 keturunan raja yang memimpin di Edom.

Apa makna dari perikop ini yang membagi tiga bagian besar pembahasannya, yakni membahas keturunan Esau, keturunan Seir dan Raja-Raja Edom? Pertama,  seharusnya kita punya identitas baru saat kita ada di dalam Kristus, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang. Sehingga jebakan Iblis tidak mengenai kita lagi karena kita punya identitas baru sebagai anak Allah, yang memegang mandat tertinggi darinya untuk menjadi berkat bagi banyak bangsa. Kurang lebih sama dengan identitas baru dari 3 istri Esau yang tertolak oleh mertuanya, Ishak dan Ribka saat tinggal di Kanaan.

Kedua, penggenapan janji Allah pasti terjadi, bahwa semua keturunan Abraham akan menjadi raja-raja dari berbagai bangsa. Salah satunya melalui keturunan Esau yang akhirnya menjadi raja yang memimpin Edom di pegunungan Seir hingga ke generasi ke-11 dalam perikop tersebut. Olehnya jangan ragu jika kita sudah dapatkan Janji Allah dalam hidup kita. Bahkan di tengah-tengahnya, kita-pun akan mampu, menemukan sumber-sumber mata air panas yang baru, seperti Ana yang menemukannya saat menggembalakan ternak kepunyaan ayahnya. Sumber mata air panas yang akan mampu menghangatkan jiwa yang mulai dingin dan kaku di hadapan Allah.

Lopait, 13 Maret 2026

Sabtu, 13 Juni 2026

Panggilan Ibadah di Betel & 3 Kematian Orang terdekat Yakub - Kejadian 35

 

Kejadian 35


Usai pembalasan oleh Simon dan Lewi di tanah Sikhem karena perkosaan yang dilakukan oleh pangeran Sikhem kepada adiknya, tentu daerah itu sudah tak aman lagi untuk didiami. Yakub memilih untuk berpindah lagi. Kali ini sebelum ke Efrata atau Betlehem, Yakub dapat perintah dari Tuhan untuk pergi ke Betel.

Yakub meminta dengan sangat kepada seluruh anggota keluarganya, sebelum ke Betel untuk beribadah disana, supaya mereka menyerahkan dewa-dewa asing baik yang melekat di badan mereka maupun yang mereka simpan. Hasilnya kedasyatan yang dari Allah hinggap kepada anak-anak Israel, sehingga tak ada satu orangpun berani mengejar mereka saat mereka hendak ke Bethel (Kejadian 35: 5). Seharusnya mereka dikejar oleh bangsa-bangsa asing, khususnya Sikhem atau bangsa lain yang bertalian dengan Sikhem, usai mereka dimusnahkan oleh anak-anak Yakub.

Setibanya di Bethel, Yakub mendirikan mezbah tempat dimana ia pertama kali ketemu dengan Tuhan. Dia dan semua anak-anaknya datang menyembah Tuhan disana. Tuhan kembali menyampaikan janjinya kepada Yakub atau Israel, bahwa melalui keturunannya akan muncul bangsa-bangsa dan para raja. Nama Yakub juga diganti menjadi Israel untuk kedua kalinya Tuhan sampaikan. Di Bethel juga terjadi, pengasuh Ribka mamanya, Debora meninggal disana sehingga dia dikuburkan di sebelah hilir Betel.

Total ada tiga kematian dalam keluarga Yakub, termasuk istrinya, Rahel juga meninggal saat hendak keluar dari Betel dan menuju Efrata atau Yerusalem. Dia meninggal pada saat melahirkan Benyamin, adiknya Yusuf. Dia dikuburkan di Betlehem bukan di kuburan yang ada di Hebron, tempat penguburan keluarga besar Abraham. Kematian Rahel juga tentu ada kaitannya dengan kutuk yang pernah Yakub sampaikan tentang perkara terafim dewa papanya, Laban yang ia curi (Kejadian 31: 32). Rahel tidak umur panjang.

Di Efrata juga terjadi perbuatan sumbang yang dilakukan oleh Ruben anak pertamanya Yakub. Dia meniduri istri papanya dari budaknya Rahel. Tentang perbuatan Ruben ini, meskipun tidak kelihatan marahnya Yakub kepadanya dalam perikop ini, tetapi hukuman yang dijatuhkan oleh Yakub kepadanya, dia tidak jadi yang terutama lagi dalam keluarganya, dan posisi anak sulungnya digantikan ke anak yang lain.

Kematian ketiga adalah kematian papanya, Ishak di Hebron. Yakub memutuskan untuk datang ke Hebron dan meninggalkan Efrata. Usianya Ishak 180 tahun, Yakub dan Esau kakaknya datang untuk menguburkan dia di tanah pekuburan yang telah dibeli kakeknya, Abraham.

Apa makna dalam perikop ini? Pertama, pentingnya menjaga diri kita tetap kudus dihadapan Allah dengan meninggalkan segala berhala-berhala yang mungkin kita pegang saat ini. Apa yang jadi berhala yang sedang menghalangi kita? Apakah harta, jabatan, atau hobby atau bahkan pelayanan kita yang sedang kita kerjakan saat ini? Dimana olehnya kita justru mengandalkan diri kita bukan mengandalkan Tuhan? Pentingnya menjaga kekudusan, akan membuat kita menjadi kegentaran bagi Iblis, sehingga dia tidak akan berdaya menjatuhkan kita. Persis kegentaran yang terjadi kepada Yakub dan anak-anaknya, sehingga bangsa-bangsa asing tidak berani menyerang mereka.

Kedua, kematian pasti tidak bisa dihindari, sebab semua orang yang hidup pasti akan meninggal. Di ujung kematian itu, apakah sudah memastikan bahwa hidup kita sudah benar dihadapan Nya? Jika belum benar dan belum bertobat, hati-hatilah karena akan ada kematian kedua, yakni kematian yang kekal atau kematian jiwa kita, karena bisa dipastikan kita tidak akan ada berada disisinya Tuhan Allah kita.

Lopait, 12 Maret 2026

Anak Perempuan Yakub, Dina Kejadian 34

 

Kejadian 34


Dina lahir dari istri Yakub yang bernama Lea. Setelah melahirkan 6 orang anak, Dina adalah anak ketujuh dan satu-satunya anak perempuan yang dilahirkan bagi Yakub. Tentu Dina menjadi perempuan yang sangat elok rupanya, hingga membuat anak raja, yang bernama Sikhem melakukan perbuatan sumbang kepadanya. Memperkosanya tapi uniknya hatinya malah terpaut dengan Dina dan hendak menikahinya.

Dia meminta dengan sangat baik kepada ayahnya sendiri supaya ngomong langsung dengan Yakub tentang perbuatannya kepada Dina. Sikhem juga berani menyampaikan maksudnya sendiri di hadapan Yakub serta abang dan kakaknya Dina secara langsung. Dimana awalnya antara para ayah yang bicara, karena memang saat ayahnya Sikhem atau Hemor datang, kakak-kakak Dina sudah pergi ke ladang untuk memelihara kambing domba. 12 anak Yakub tidak mendengar secara langsung bagaimana perlakuannya Sikhem kepada adiknya itu.

Saat mendengar secara lengkap hati mereka hancur, khususnya Simon dan Lewi, anak kedua dan ketiga dari Lea, Ibunya. Meskipun Sikhem mau bayar uang mahar sebanyak apapun diminta oleh Yakub dan keluarganya, niscaya Papanya, Hemor akan mampu membayarnya.

Tapi tidak dengan Simeon dan Lewi, sehingga mengatur siasat bagaimana membalaskan kejahatannya Sikhem kepada adiknya? Terpikirkan satu cara agar bisa mengalahkan mereka. meskipun  dengan jumlah yang sangat sedikit tapi bisa mengalahkan jumlah pasukan yang besar. Yakni dengan meminta mereka ikut disunat semuanya. Bukan hanya Sikhem dan papanya, seluruh penduduknya juga harus disunat. Dengan tujuan supaya bisa saling kawin silang antara orang Sikhem dengan keturunan Yakub atau Israel.

Uniknya seluruh penduduk orang Sikhem menyetujui syarat yang disampaikan oleh keturunan Yakub kepada mereka. Dan tepat di hari ketiga saat mereka semua sedang kesakitan, Simeon dan Lewi langsung bergerak cepat untuk membalaskan kebencian yang ada dalam hati mereka kepada seluruh penduduk Sikhem. Bukan hanya raja dan anaknya yang kena, semua orang di bangsa itu kena dan dibinasakan sama Simeon dan Lewi. Bukan hanya dibunuh, merampas semua harta benda kepunyaan mereka juga.

Tentang hal itu, Yakub sampai sangat marah kepada dua puteranya itu saat itu. Bahkan sampai ajalnya Yakub dalam kata-kata terakhir sebelum ia meninggal, masih mengingat peristiwa masa lalu anaknya Simeon dan Lewi tersebut. Memberi kutuk kepada dua anaknya tersebut. Terkutuklah kemarahan mereka, sebab amarahnya keras, terkutuklah keberangan mereka, sebab berangnya bengis (Kejadian 49:7).

Apa makna dari kisah ini kepada kita? Pertama, mengedapankan dialog dengan baik adalah cara terbaik untuk dilakukan ditengah-tengah gejolak masalah yang mungkin sedang terjadi. Butuh hati yang tenang dan kepala yang dingin untuk mengecek apa-apa saja persoalan yang terjadi, bagaimana dampaknya dan bagaimana solusi terbaik yang akan diambil.

Kedua, sebenarnya tidak perlu membesar-besarkan masalah, jika sudah ada jalan tengah yang diambil. Apalagi memberikan solusi seakan baik, tapi dibelakannya mengandung perbuatan keji yang sangat dalam untuk membalaskan kejahatan dari orang lain yang mungkin sudah menyakiti kita. Balas dendam adalah bukan bagian atau pilihan bagi anak-anak Tuhan, biarkan itu menjadi bagiannya Tuhan untuk membalaskannya. Bagian kita dibumi, cukup mengingatkan mereka dan mengampuni akan kesalahan mereka.  Lopait, 11 Maret 2026

Pertemuan Yakub dengan Kakaknya Esau - Kejadian 33

 

Kejadian 33


Ketakutan Yakub menghadapi masalah terbesarnya akhirnya terjawab di perikop ini. Awalnya berpikir dia dan keluarganya akan musnah karena Esau tidak sendirian datang melainkan bersama dengan 400 orang pendampingnya. Dan untuk melunakkan hati kakaknya itu, dia-pun mengatur persembahan berupa ternak, baik kambing, domba, lembu, totalnya mencapai 500-an lebih. Persembahan itu dibawa oleh dua sampai tiga pasukan pengiringnya Yakub dengan maksud bisa melunakkan hati kakaknya.

Awalnya Esau enggan menerima persembahan adiknya itu, tetapi setelah dibujuk oleh Yakub, akhirnya Esau menerima juga semua persembahannya itu. Dia menolak karena punya banyak hewan peliharaan di Seir atau Edom.

Sebelum ketemu untuk pertama kali, pengaturan istri dan anak-anaknya juga sangat unik. Dimana istri dari budaknya bersama anak-anaknya, ada di barisan paling depan. Kemudian disusul oleh Lea dan anak-anaknya nomor dua paling belakang. Sementara Rahel dan Yusuf ada di barisan paling belakang. Ini menunjukkan bagaimana kadar sayangnya Yakub kepada Rahel dan Yusuf jauh lebih besar. Sebab jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, yakni saat kakaknya Esau masih mengingat dendam yang lama, keselamatan Rahel dan Yusuf jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Lea maupun dua istri budaknya yang lain. Karena memang agak berjarak pengaturan nya Yakub.

Meskipun demikian, Yakub tetap mengambil peran tanggungjawabnya, dengan berdiri langsung paling depan sebelum istri-istri dan anaknya. Dia sujud sampai 7 kali ke tanah, karena bagi Yakub saat melihat Esau seperti melihat wajah Allah (Kejadian 33:10). Disusul oleh istri-istri dan anak-anaknya juga sujud dihadapannya Esau saat Esau melihat bagaimana Tuhan sangat memberkati adiknya itu di negeri asing.

Ternyata Esau telah melupakan dendamnya dimasa lalu. Dia Langsung memeluk adik satu-satunya itu, dan bertangis-tangisan. Esau tetap sayang sama adiknya itu. Bahkan untuk menjamin keselamatan adik dan semua keluarganya, dia rela secara langsung mengiring kemudian meninggalkan pasukan penjaganya Esau untuk mendampingi selama di perjalanan untuk tiba di tanah Kanaan.

Yakub menolak dengan halus atas dua kali permintaan kakaknya itu. Sebab dia memikirkan langkah anak-anaknya serta binatang ternaknya yang tidak bisa diburu perjalanannya. Kalau diburu, tentu akan bisa berakibat fatal baik bagi anak-anaknya maupun bagi binatang ternak yang ia punya. Akhirnya Esau pulang bersama pasukannya yang 400 ke Seir.

Sebelum sampai di Sikhem, di tanah Kanaan, Yakub terlebih dahulu singgah di Sukhot. Dimana Yakub sempat mendirikan rumah bagi nya, dan gubuk-gubuk bagi binatang ternaknya. Artinya Yakub lumayan lama tinggal di situ, untuk memulihkan tenaga karena jauhnya perjalanan dari Aram-Mesopotamia ke tanak Kanaan.

Kemudian memilih Sikhem menjadi pemberhentian terakhir Yakub dan anak-anaknya. Bahkan sempat membeli sebidang tanah dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem untuk mendirikan kemah disana. Dimana tanah ini nantinya  diwariskan kepada Yusuf anaknya. Dan Yusuf sendiripun  nantinya akan dikuburkan disitu juga (Yosua 24:32).

Apa arti dari perikop ini bagi kita? Pertama, masalah sebesar apapun itu, haruslah kita hadapi. Jangan pernah lari. Meskipun itu awalnya adalah kesalahan dari kita sendiri, memilih untuk lari, tentu tidak akan menyelesaikan persoalan yang ada. Dengan duduk diam sejenak, berdoa, dan libatkan Tuhan dalam persoalan kita, niscaya Tuhan akan bukakan jalan dan memberikan keberanian bagi kita menghadapi persoalan-persoalan yang ada.

Kedua, memikirkan orang yang paling lemah dalam kelompok kita, haruslah yang menjadi prioritas untuk membangun visi bersama. Seperti Yakub yang memilih melangkah bersama langkah anak-anaknya dan langkah hewan-hewannya, dibandingkan harus mengejar langkah dari Esau dan pasukannya yang tentu akan sangat cepat. Dengan strategi yang demikian, kita bukan hanya mampu mencapai visi, kedekatan sesama anggota tim akan jauh lebih baik dan lebih intim lagi untuk bisa mencapai mimpi atau visi-visi yang ada. Bahkan mencapai visi yang lebih besar lagi akan jauh lebih mudah jika modal kesatuan hati dan kesehatian tim sudah terbina sejak semula.

Lopait, 10 Maret 2026

Kamis, 11 Juni 2026

Yakub di Mahanaim dan Pniel - Kejadian 32

 

Kejadian 32


Unik kisah dalam kejadian 32 ini, karena diawali Yakub menemukan Mahanaim dan diakhir perikop menemukan Pniel. Kedua tempat ini merupakan sebuah rangkaian bagaimana Yakub bertemu dengan Allah. Di Mahanaim yang berarti God Camps atau Tempat Bala Tentara Allah sementara di Pniel yang berarti Yakub bertemu muka Tuhan atau the face of God, tapi tetap selamat.

Dua fase penemuan Yakub ini merupakan serangkaian perjalanannya akan pulang ke negeri tempat Kakeknya, Abraham dan Ishak, ayahnya di tanah Kanaan. Setelah dua puluh tahun ada di negeri asing, keharusan pulang sudah tak bisa terbendung. Meskipun harus menghadapi tantangan terbesar Yakub yang telah membuat dia pergi dari rumah ayahnya, yakni Esau, itu harus tetap dihadapi dengan segala risiko yang ada.

Yakub memulai dengan mengirim utusan kepada Esau tentang kepulangannya. Dan setelah mendapatkan kabar, Esau sendiri bersama 400 orang langsung datang untuk menjumpai Yakub. Sesudah dapatkan kabar dari utusannya itu, ketakutan yang begitu besar menimpa dia. Dia pun pasang strategi bagaimana cara untuk melunakkan hati kakak tertuanya ini (Kejadian 32: 20?

Pertama membagi pasukannya menjadi dua  sampai tiga bagian dengan membagi hewan-hewan peliharaan yang sudah Yakub dapatkan dari rumah Laban, mertuanya. Mulai dari domba betina, domba jantan, unta, lembu dan keledai. Khusus untuk persembahan kepada Esau, Yakub mempersiapkan 200 kambing betina dan 200 domba betina, 20 kambing jantan dan 20 domba jantan, 40 lembu betina, 10 lembu jantan, 20 keledai betina dan 10 keledai jantan. Sehingga kalau ditotal mencapai 520 hewan peliharaannya Yakub.

Bisa dibayangkan seberapa besar bawaan Yakub atau harta benda atau binatang peliharaan yang ia miliki untuk pulang ke rumah ? Mungkin bisa jadi 10 kali lipat atau lebih dari persembahan yang ia berikan kepada Esau kakaknya. Jika 10 kali lipat bisa minimal bisa mencapai 5.000-an binatang peliharaan. Betapa kayanya Yakub yang awalnya ia hanya bermodalkan tangan kosong untuk datang ke rumah mertuanya, Laban. Tetapi dengan kerja keras dan semangat baja melawan terik matahari dan dinginnya malam serta upayanya diberkati Tuhan selama kurang lebih 20 tahun akhirnya mampu untuk dapatkan berkat Tuhan itu baginya.

Setelah strategi melunakkan hati Esau kakaknya dengan memberi jarak antara satu pasukan dengan pasukan lain dengan bekal persembahan yang sudah siapkan, Yakub ternyata mencari Tuhan lewat janji-janji yang Tuhan sempat sampaikan kepadanya.  Yakni berkat keturunan sampai sebanyak pasir di laut yang tidak dapat dihitung. Meminta dengan sangat dalam doanya, supaya ia diluputkan dari kebinasaan yang hendak Esau lakukan kepadanya.

Di dalam doanya itu, setelah istri dan anak-anakya di seberangkan semua dari sungai Yabok, Yakub sendirian bergumul dengan Allah di malam hari hingga fajar menyingsing dan akhirnya Yakub menang. Tapi sendi pangkal pahanya terpelecok. Dan dalam momen itu, namanya pun diganti menjadi Israel yang berarti engkau telah bergumul dengan Allah dan manusia dan engkau menang.  Tepat di Pniel nama atau identitasnya Yakub berubah. Yang awalnya arti nama Yakub adalah penipu, menjadi Israel yang berarti pemenang.

Apa arti perikop ini bagi kita? Pertama, di Mahanaim, sejatinya malaikat Allah selalu berada dan berkemah di sekitar kita, yakni orang-orang yang takut akan Dia (Mazmur 34:7). Kemudian di Mazmur 91:11 juga tercatat, sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Masihkah kita ragu akan janji perlindungan dan penyertaannya yang begitu luar biasa bagi kita?

Kedua, di Pniel jangan lupa kita harus bergumul dengan Allah, bahkan kalau bisa sampai fajar menyingsing, itu artinya doa semalam suntuk sampai ia menyatakan berkatnya. Mampukah kita berdoa sedemikian dihadapan Allah yang besar? Berdoa bagi jutaan jiwa-jiwa yang terhilang sampai saat ini? Berdoa bagi perdamaian dan kesejahteraan bangsa kita? Berdoa bagi pemerintah kita serta pelayanan kita saat ini?

Lopait, 9 Maret 2026

 

Yakub Meninggalkan Laban - Kejadian 31

 

Kejadian 31


Yakub menunggu Allah bicara kepadanya saat dan kapan ia harus pergi meninggalkan rumah mertuanya, Laban. Tidak mengambil inisiatif duluan atau mengandalkan pikirannya saat dan kapan untuk pergi dan kapan untuk datang. Begitu juga saat membuat inovasi dalam memperoleh harta dari ternak-ternak mertuanya, kambing domba, Tuhan Allah memberikan mimpi kepadanya, bagaimana membuat kambing-domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik, dan berbelang-belang, Kejadian 31:10. Setelah mendapatkan petunjuk Tuhan, Yakub kerja keras meski diterjang panas waktu terik matahari dan diterjang dingin waktu malam, dia terus berupaya mewujudkan mimpinya itu.

Total 6 tahun untuk memperoleh kambing domba itu, sementara untuk dapatkan istrinya harus bekerja selama 14 tahun. Total 20 tahun Yakub tinggal bersama Laban (Kej. 31: 40-41). Dan untuk upah Yakub ternyata mertuanya sudah 10 kali berbuat curang mengganti-ganti sesuai kehendaknya. Tapi Allah lagi-lagi tidak mau membiarkan nabinya dicurangi atau dibuat jahat sama orang lain (Mazmur 105 14).

Memasang taktik bagaimana bisa meninggalkan segera rumah Laban, dengan tidak memberitahukan Laban tentang maksudnya itu. Sehingga ada jarak selama 3 hari perjalanan jauhnya, Yakub bisa dengan tenang membawa istri, anak dan semua harta kambing dombanya sampai tiba di pegunungan Gilead.

Laban dan sanak saudaranya ikut mengejar Yakub dan akhirnya sampai menjumpai Yakub. Tuhan-pun mengingatkan Laban dalam perjalanannya sebelum ia tiba, untuk tidak mengatai Yakub sepatah katapun (Kejadian 31: 24 & 29). Tidak boleh ada kata yang mengutuk, merendahkan sepatah katapun. Mulut harus dijaga saat menjumpai orang benarnya Tuhan karena Tuhan memelihara dan menjaga orang benar di hadapan Tuhan.

Laban taat dan hanya bertanya mengapa dia tidak diberi kesempatan untuk mencium anak-anaknya dan cucunya terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkan dia. Meskipun sempat konflik juga, karena terafim atau dewanya Laban ternyata dicuri oleh istrinya, Rahel. Yakub tidak tahu, bahkan mengeluarkan pernyataan, kepada siapa terafim itu didapatkan biarlah ia mati.

Perkataan ini sangat berdampak bagi Rahel dikemudian hari, meski tidak terjadi pada saat itu juga. Karena dia berhasil mengelabui ayahnya, untuk tidak beranjak dari pelana untanya karena dia sedang haid. Semua kemah telah diperiksa Laban akhirnya tak menemukan terafim yang Laban maksud.

Akhirnya dibuat sebuah perjanjian dengan kumpulan batu yang menjadi timbunan yang oleh Laban menyebut timbunan batu itu, Yegar-Sahaduta, tetapi Yakub menamainya Galed. Sebab batu itu ini menjadi kesaksian antara Yakub dan Laban, bahwa mereka tidak boleh melewati timbunan batu itu dengan niat jahat. Dengan momen batu kesaksian itu juga. Laban-pun menambahkan untuk tidak boleh bagi Yakub untuk mengaibkan anak-anaknya dengan mengambil istri lain disamping anak-anaknya. Mereka-pun makan besar di gunung itu dan esoknya Laban pergi pulang dan Yakub melanjutkan perjalanannya kembali.

Apa makna dari perikop ini? Pertama, mari belajar menunggu firman Tuhan sesaat, sebelum melakukan atau memutuskan sesuatu yang besar terjadi dalam hidup kita. Seperti Yakub yang tetap menunggu apa kata Tuhan, kapan dia boleh pergi keluar dari rumah mertuanya. Sebab jika tidak menunggu janji Tuhan, pastilah sesuatu yang mengecewakan akan terjadi dalam hidup kita. Tapi jika kita setia menunggu apa janjinya, itu sesuatu hal yang membuat kita berhasil, bertumbuh dan sukses.

Kedua, Tuhan juga pasti memberikan cara atau petunjuk. Bagaimana setelah janji yang Ia ucapkan itu entah lewat ilham atau mimpi, Tuhan akan memberikan cara langkah demi langkah bagi kita. Ini tentu momen yang menarik bagi kita, seperti Yakub yang dapatkan momen itu. Dan bekerja sangat keras untuk mewujudkan itu semua. Bagi kita, pilihan untuk tinggal diam  atau No. action bukanlah pilihan yang bijak bagi  kita. Lakukan maka keberhasilan akan datang.

Lopait, 7 Maret 2026

Inovasi Yakub dan Bertambahnya Anak serta Harta - Kejadian 30

 

Kejadian 30


Ketika Yakub keluar dari rumahnya dari Tanah Kanaan pergi dan melakukan perintah Papa dan Ibunya untuk cari istri dari lingkungan keluarga terdekat khususnya dari keluarga Ribka, Yakub pergi boleh dibilang dengan tangan kosong atau tidak membawa banyak perlengkapan atau harta benda dari orang tuanya. Asal ada makanan dan pakaian serta perjalanannya disertai Tuhan itu cukup baginya (Kejadian 28).

Konsep merasa cukup, semangat, bekerja keras bahkan berinovasi tak lekang dari kepribadiannya Yakub. Tidak memiliki mental gratisan untuk dapatkan istri maupun harta bendanya. Meskipun ia berhak untuk dapatkan itu secara gratis. Toh memang, Laban sendiri adalah paman kandungnya. Tapi ia tidak melakukan itu lebih memilih bekerja keras dan bekerja cerdas untuk semua yang ia dapatkan.

Total untuk mendapatkan istrinya, Yakub bekerja selama 14 tahun.

Meskipun demikian, konflik dalam internal keluarga Yakub sendiri adalah masalah yang harus diselesaikan dengan baik. Khususnya antara Rahel, wanita yang dicintai Yakub versus kakaknya, Lea. Rahel yang sangat cemburu karena tak bisa melahirkan anak bagi Yakub, memilih untuk menyerahkan, budaknya Bilha untuk bisa memberikan keturunan mewakilinya.

Dia pun berhasil, lewat budaknya lahir dua anak, pertama, Dan yang berarti Allah telah memberikan keadilan bagiku dan mendengar permohonanku. Kedua, Naftali yang berarti Aku telah bergulat dengan kakakku, dan akupun menang.

Lea-pun tak mau kalah, dia menyerahkan budaknya, Zilpa jadi istri Yakub dan melahirkan dua orang anak juga. Pertama, Gad yang berarti mujur telah datang. Kedua, Asyer yang berarti Aku ini berbahagia.  Ada 4 orang lahir dari dua budaknya, sehingga kalau ditotal dengan 4 anak pertama dari Lea, Yakub sudah punya 8 anak.

Keturunan Yakub, masih terus bertambah setelah ada intrik antara Lea dan Rahel, dimana Rahel meminta buah dudaim dari anak pertamanya, Ruben, yang dia dapat dari padang. Untuk itu, Lea meminta Yakub untuk bersamanya tidur. Alhasil, Lea kembali melahirkan 3 anak lagi, 2 putra yang bernama Ishakar, yang berarti Allah telah memberi upahku karena aku telah memberi budakku kepada Yakub; kedua Zebulon yang berarti Allah telah memberi hadiah yang indah, karena aku telah melahirkan 6 orang anak. Ditambah satu bonus lagi anak perempuan, yakni Dina.

Akhirnya, tiba bagi Rahel untuk melahirkan anak, setelah Tuhan mengingatnya, dia menyebut anaknya Yusuf yang berarti Allah telah menghapus aibku. Mudah-mudahan Tuhan menambah seorang anak laki-laki lagi bagiku. Persis ketika Yusuf lahir, tiba saatnya bagi Yakub untuk pulang ke rumah papanya di Kanaan. Meminta ijin sebelum pulang supaya upahnya tidak diberikan Cuma-Cuma baginya, Yakub meminta untuk tetap menggembalakan kambing-domba kepunyaan Laban mertuanya.

Khusus untuk upahnya, yakni domba yang hitam dan segala yang kambing yang berbelang-belang dan berbintik-bintik. Dia-pun melakukan percobaan bagaimana melahirkan kambing dan domba yang demikian. Mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnya dan meletakkannya itu di palungan, dalam tempat minum. Saat kambing domba itu berkelamin dengan tempat minum, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.

Dia-pun memilih kambing domba yang sehat dan kuat saja. Yang lemah dijauhkannya, sehingga kambing dan domba yang kuat dengan spesifikasi itu jadi kepunyaannya Yakub, sementara yang lemah milik Laban.

Apa makna perikop ini bagi kita? Pertama, masalah itu sebenarnya berkat terselubung bagi kita. Andai Rahel dan Lea akur-akur saja, tentu anak yang dilahirkan tidak sebanyak itu, tidak butuh memberikan budaknya bagi Yakub jadi istri, toh karena mereka saja sebenarnya cukup. Tapi karena ada konflik, anaknya Yakub semakin bertambah dan sangat termotivasi untuk melahirkan generasi berkat keturunan seperti yang dijanjikan Allah kepada kakeknya Abraham dulu.

Kedua, dengan adanya masalah antara Yakub dan Laban yang terus curang baginya, Yakub-pun bisa menemukan inovasi. Bagaimana untuk menemukan domba kambing yang berbelang, berbintik dan bercoreng-coreng? Dia melakukan berbagai cara dan akhirnya menemukan formula yang tepat. Akhirnya jangan pernah takut dengan yang namanya masalah. Itu adalah cara Tuhan untuk membentuk dan memberkati kita.

Lopait, 6 Maret 2026  

Selasa, 09 Juni 2026

Yakub Dapatkan Istri dan Anak - Kejadian 29

 

Kejadian 29
 

Kitab Hosea yang hidup di zaman saat Israel terbagi dua, yakni zaman kepemimpinan Uzia sebagai Raja Yehuda dan Yerobeam bin Yoas sebagai raja Israel,  memberikan pengajaran kepada orang Israel, memberikan peringatan bahkan memberikan tanda-tanda serta  seakan mengulang kisah sejarah bangsanya, khususnya tentang Yakub. Hosea 12:12 dituliskan ‘Yakub melarikan diri ke tanah Aram, dan Israel memperhambakan diri untuk mendapat istri, ya untuk mendapat istri ia menjadi gembala’.

Penjelasan Hosea sesuai dengan perikop ini. Setelah melewati peristiwa Betel dalam hidupnya, ia akhirnya sampai di Haran. Persis saat hambanya Abraham datang mencari istri bagi Ishak di sumur, begitu juga dengan Yakub, bisa menemukan Rahel yang rajin dan membawa domba-dombanya untuk minum di sumur. Yakub menolong untuk menggulingkan batu dari mulut sumur dan memberikan minum kambing dombanya.

Dia cantik parasnya, elok sikapnya, dan rajin, membuat Yakub terpana melihatnya. Bahkan sampai 7 tahun, bagi Yakub dianggap seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel (Kejadian 29:20). Tetapi ketika tiba kesudahannya untuk menikahi Rahel, mertuanya, Laban justru mengganti Rahel dengan kakaknya, yakni Lea. Laban menyampaikan alasannya yakni menurut tradisi, tidak baik menikahi adiknya dahulu baru kakaknya (Kejadian 29: 26). Dia juga   meminta tetap melanjutkan 7 hari perkawinan dengan Lea, barulah Rahel diberikan. Itupun dengan harus bekerja selama 7 tahun lagi untuk bisa secara resmi dapatkan Rahel sebagai isterinya.

Meskipun ditipu, Yakub tetap bertanggungjawab,  tidak marah atau menolak, untuk kerja kembali selama 7 tahun berikutnya. Dan ada bonus tambah dua istri lagi dari dua budak yakni Lea yang bernama Zilpa, kemudian budak Lea yang bernama Bilha. Sehingga Yakub punya 4 istri yang akan meneruskan berkat keturunan sesuai dengan Janji Allah kepada Abraham dan keturunannya.

Karena pilih kasih antara Lea dan Rahel, Rahel yang begitu dicintai sama Yakub, sementara Lea tidak, Tuhan melihat dan akhirnya membuat Rahel mandul sejenak sementara rahimnya Lea Tuhan buka melahirkan 4 anak pertama langsung dalam perikop ini. Anak sulung yang bernama Ruben yang berarti Tuhan telah memperhatikan kesengsaraanku. Kedua bernama Simeon yang berarti sesungguhnya Tuhan telah mendengar bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya anak. Ketiga, Lewi yang berarti suamiku akan lebih erat kepadaku, karena telah melahirkan 3 orang anak. Keempat, Yehuda yang berarti aku bersyukur kepada Tuhan. Setelah keempat anaknya ini, ia tidak melahirkan lagi.

Apa makna dari perikop ini bagi kita? Pertama, kriteria istri atau suami yang baik adalah mereka yang punya kepribadian serta karakter yang baik. Seperti sikap Rahel, meskipun dia seorang  perempuan cantik tapi mengambil beban kerja seorang pria. Dia rajin, bahkan tidak takut kulitnya hitam karena sering menggembalakan kambing dan domba. Yakub juga menunjukkan sikap yang bertanggungjawab, meskipun ditipu sama mertuanya, ia tetap mengerjakan apa yang menjadi tugasnya, tidak asal-asalan apalagi mengeluh.

Kedua, hati-hati dengan yang namanya pilih kasih. Jika Tuhan melihat kita lebih mengasihi yang satu dibandingkan yang lain, bisa-bisa orang atau anak yang tidak kita kasihi justru lebih berhasil hidupnya. Dalam konteks Yakub yang lebih mengasihi Rahel, justru mengakibatkan dia mandul sejenak. Pilih kasih juga biasanya jadi sumber permasalahan dalam keluarga. Jika dalam konteks kita, lebih memilih mengasihi orang tua dengan memberikan sesuatu kepada mereka dengan diam-diam, tanpa sepengetahuan istri, itu bisa jadi biang masalah. Begitu juga sebaliknya. Menjaga keharmonisan itu penting, sehingga kita menjadi keluarga yang diberkati.

Lopait, 5 Maret 2026

 

Pintu Gerbang Surga-Betel - Kejadian 28

 

Kejadian 28


Selain perikop ini, tentang pintu gerbang surga dimana malaikat Allah turun naik sempat disampaikan oleh Tuhan Yesus sendiri. Saat Yesus berjumpa dengan Natanael, Dia berkata bahwa Natanael akan melihat hal-hal yang lebih besar dan dan ia sendiri akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia, karena ia percaya kepada Yesus (Yohanes 1:51). Bahkan Tuhan Yesus-pun mengatakan bahwa Natael seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan dalamnya (Yohanes 1:47).

Menghadirkan sorga di bumi ternyata ada kaitannya dengan memperoleh istri. Di awal perikop ini, bagaimana Ishak meminta dengan sangat untuk mencari istri dari  rumah saudara ibunya di Padan-Aram. Tidak boleh meniru kakaknya Esau mengambil istri dari tanah Kanaan. Pada saat Esau melihat bagaimana Ishak memberkati Yakub adiknya, dan pergi ke rumah pamannya, Esau baru sadar papa dan mamanya sama sekali tidak suka dengan dua istrinya yang sekarang yakni Yudit dan Basmat. Kemudian pergi mengambil istri lagi dari keturunan Ismail, yakni Mahalat, adiknya Nebayot.

Yakub juga saat menjalankan misi dari papanya untuk mengambil istri dari keturunan Terah, anak pamannya, Laban, di tengah jalan saat dia sedang tertidur, Allah menjumpainya dan berdiri disampingnya. Yakub melihat bagaimana tangga yang ujungnya sampai di langit, dan bagaimana malaikat Allah turun naik. Menyampaikan berkat yang sama kepada Kakeknya Abraham, dan papanya, Ishak, tentang keturunannya akan seperti debu tanah banyaknya, mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan oleh keturunannya semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Kemudian Yakub-pun langsung mendirikan mezbah disitu dan menamainya Betel. Dia-pun bernazar jika ia berhasil dan kembali dengan selamat ke rumah papanya di Kanaan, maka Tuhan akan jadi Allahnya. Permintaan Yakub-pun tidak macam-macam kepada Tuhan, yakni meminta perlindungan Tuhan di tiap jalan yang sedang ditempuh, dan ada roti dan pakaian itu cukup baginya.

Apa makna dari perikop ini? Pertama, untuk menghadirkan sorga di bumi, pilihlah pasangan yang tepat dan itu sudah pasti pasangan yang sudah Tuhan siapkan. Jika salah memilih pasangan, bisa dipastikan yang ada dalam rumah itu hanya pertengkaran, konflik, salah paham dan banyak hal yang tidak menyukakan hati. Artinya bukan menghadirkan sorga di bumi mahlah menghadirkan neraka setiap saat ada dalam rumah.

Kedua, seperti permintaan Yakub yang sederhana asal Tuhan sertai dan lindungi disetiap perjalanan yang ada, kemudian cukup makanan dan pakaian, maka itu sudah menjadi berkat setiap saat bagi kita. Percaya seperti percayanya Natanael kepada Yesus, tidak ada tipu daya akan menurunkan berkat Allah yang luar biasa dari sorga.

Lopait, 4 Maret 2026

Yehuda dan Tamar - Kejadian 38

  Kejadian 38 Dua sikap yang kontras dari anak Yakub yang dibahas secara khusus dalam perikop Kejadian 38 dan Kejadian 39, yakni antara Ye...