Generasi Adam sampai Nuh, Kita Pelajari Apa? Kejadian 5

 

Kejadian 5


Ada berapa generasi dari Adam ke Nuh? Yakni sepuluh generasi. Coba kita list dari Adam, Set, Enos, Kenan, Mahalaleel, Yared, Henokh, Metusalah, Lamekh, Nuh. Alkitab kita sangat jelas dengan usia-usia mereka dari lama mereka hidup, kapan melahirkan generasi selanjutnya, sehingga jika kita coba hitung berapa usia bumi sebelum Tuhan turunkan air bah? Kita ketemu dengan angka 1.656 tahun.

Angka tersebut di dapat dari usia masing-masing saat generasi dibawahnya lahir. Seperti Adam usia 130 tahun, Seth lahir. Jika diurutkan masing-masing tahun, Adam 130 tahun, Seth 105 tahun, Enos 90 tahun, Kenan 70 tahun, Mahalaleel 65 tahun, Yared 162 tahun, Henok 65 tahun, Metusalah 187 tahun, Lamekh 182 tahun, Nuh 600 tahun maka total ketemu angka bumi sebelum dunia dihancurkan dalam Air Bah ada di tahun 1.656 tahun.

Meskipun usia Adam sendiri sampai 930 tahun saat matinya, artinya Adam masih sempat melihat generasi ke-8 yakni hingga Metusalah lahir. Begitu juga Seth meninggal di usia 912 tahun masih bisa melihat generasi ke-8 juga yakni Metusalah (kurang 14 tahun) lagi baru bisa melihat generasi ke-9 Lamekh lahir.

Kemudian generasi yang masih hidup ketika Nuh lahir di tahun 1.056, ada Enos, Kenan, hingga ke Lamekh papanya Nuh.  Tapi saat bumi akan dihancurkan kemungkinan Nuh masih bersama Yared, Metusalah, dan Lamekh. Sementara Henokh sudah diangkat Tuhan setelah 300 tahun bersahabat dengan Tuhan secara langsung di bumi.

Dari sepuluh generasi dari Adam, tampak Henok dan Nuh yang mendapat tempat spesial dimata Tuhan. Pertama Henokh, meskipun usianya tidak setua dari generasi yang ada saat itu, dia tercatat sebagai orang yang hidupnya bergaul dengan Tuhan. Sebuah prestasi yang sangat baik, karena di zaman itu, boro-boro mau mengenal Tuhan, hidup dengan kedagingan, kemunafikan, kejahatan menjadi pilihan yang sangat banyak dipilih. Apalagi tanah yang mereka kelola sudah menjadi tanah yang kian terkutuk karena ulahnya Kain.

Kemudian ada Nuh, oleh Lamekh papanya, sudah melihat ada potensi dalam dirinya Nuh, bahwa dia akan memberi penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh Tuhan (Ayat 29). Dalam terjemahan Amplified Bible, kata penghiburan jadi kata istirahat dan kenyamanan (rest and comfort).

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah 10 orang nenek moyang kita di bumi ini? Dengan generasi-generasi yang berbeda, dan bahkan masih bisa melihat generasi mereka hingga ke generasi ke-8, tentu pengalaman sulit mengolah tanah yang terkutuk sangat membekas kepada Lamekh. Sehingga ketika Lamekh melihat Nuh lahir, harapan akan masa nyaman dan bisa istirahat akhirnya muncul.

Tugas kita tentu melahirkan generasi yang berbeda dari generasi kita saat ini. Itu bisa terjadi jika kita mau mengupayakannya dengan sungguh-sungguh. Tapi itu-pun tidak akan serta merta terjadi jika kita tidak punya pengalaman bergaul dengan Tuhan. Seperti pergaulan Henok dengan Tuhan pencipta-Nya. Pengalaman-pengalaman ini harus kita perbanyak, yakni melibatkan Tuhan dalam segala hal. Sudah kah kita melakukannya?

Lopait, 15 Januari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Allah Sang Pencipta Kita Lewat Ciptaannya- Kejadian 1

Kejatuhan Manusia - Kejadian 3

Belajar dari Keluarga Pertama, Adam - Kejadian 4