Tuhan datang Sendiri ke Abram - Kejadian 15

 

Kejadian 15


Meskipun lewat sebuah penglihatan, setelah melihat perjuangan Abram untuk tinggal di tanah Kanaan, keluar dari tanah leluhurnya, mendapatkan kelaparan dan pergi mengungsi ke Mesir, istrinya direbut, pertengkaran hebat dengan para gembala Lot sehingga akhirnya berpisah, Lot dan semua keluarganya ditangkap, mengalahkan para raja-raja, Tuhan akhirnya datang sendiri kepada Abram.

Datangnya Tuhan seakan melihat bagaimana Abram lulus dengan segala masalah yang datang kepadanya. Tinggal masalah berkat keturunan, istrinya mandul. Bagaimana bisa dapat berkat keturunan kalau istri sendiri mandul?

Dalam perikop Kejadian 15 total sebanyak 21 ayat semuanya tentang bagaimana percakapan Tuhan dengan Abram. Dimulai dari ayat 1. Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan: ”Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” '

Upahmu akan sangat besar karena kesetiaannya Abram sendiri. Meski realita dihadapannya, bahwa semua hartanya akan diwariskan kepada orang Damsyik, Eliezer hambanya. Tuhan membalas tidak. Tetap anak kandungnyalah yang akan menjadi ahli waris.  Abram-pun dibawa untuk menghitung bintang-bintang, apakah dia bisa? Sebegitu banyak bintang di langit, maka sebanyak itulah nanti keturunannya Abram. Dia percaya langsung akan perkataan itu, sehingga Tuhan memperhitungkan itu sebagai kebenaran.

Kemudian dalam diskusi dengan Allah, Abram diminta untuk memotong-motong daging, mulai dari lembu betina, kambing betina, domba jantan yang masing-masing harus berumur 3 tahun, kemudian 2 jenis burung, tekukur dan anak burung merpati. Ada 5 jenis daging binatang yang harus dipotong, tentu tidak gampang memotongnya selesai dalam satu hari.

Akibat kelelahan memotong, Abram-pun tertidur, turunlah gelap gulita. Firman Tuhanpun datang, satu masa tentang keturunannya akan tinggal di negeri asing selama 400 tahun lamanya karena menjadi tawanan. Tapi terhadap bangsa yang memperbudak  itu tidak akan luput dari hukuman Tuhan. Tuhan tetap bela keturunannya Abram.

Kemudian saat asap perapian dari potongan-potongan daging itu lewat, Tuhan-pun kembali mempertegas negeri Kanaan yang akan direbut, dari sungai Mesir sampai ke sungai Efrat, tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, orang Het, orang Feris, orang Refaim, orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus. Kurang lebih ada 10 bangsa yang harus ditumpas. Itulah janji Tuhan kepada Abram.

Apa makna kisah janji Tuhan ini kepada Abram? Apakah kita sudah pernah dapatkan janji Tuhan dalam hidup kita selama ini? Mungkin lewat firman Tuhan yang jadi rhema yang sangat memberkati kita? Atau mungkin lewat khotbah maupun renungan? 

Sudahkah kita tetap memegang teguh akan janji Tuhan itu? Sampai janji itu tergenapi dalam hidup kita? Memang tidak mudah, karena masalah pasti datang. Hal itu akan  menjadi ujian yang akan memurnikan kita. Sudah kah kita juga siap menerima proses-proses ujian yang akan bakal datang? 

Lopait, 13 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Allah Sang Pencipta Kita Lewat Ciptaannya- Kejadian 1

Kejatuhan Manusia - Kejadian 3

Belajar dari Keluarga Pertama, Adam - Kejadian 4