![]() |
| Kejadian 38 |
Dua
sikap yang kontras dari anak Yakub yang dibahas secara khusus dalam perikop
Kejadian 38 dan Kejadian 39, yakni antara Yehuda dan Yusuf. Yehuda yang jatuh
dalam dosa perzinahan meskipun tampak tidak disengaja, sementara Yusuf dalam
perikop setelahnya tidak jatuh dalam dosa perzinahan.
Kontras
juga antara pilihan para istri yang akan diambil anak-anaknya Yakub, seakan
Yakub tidak mewajibkan mengambil istri untuk anak-anaknya dari tanah
leluhurnya. Persis seperti Abraham dan Ishak yang mengambil istri dari
Padan-Aram. Karena Yakub memang lari dan rumah Laban membawa istri dan
anak-anaknya serta harta benda yang dia peroleh dari sana.
Sehingga
anak-anak Yakub yang dua belas orang bebas memilih siapapun yang jadi istri
mereka masing-masing. Khusus perikop ini, Yehuda yang memilih dari perempuan
Kanaan, bertemu saat dia berkunjung ke rumah sahabatnya di Adulam, namanya
Hira. Memperistri Syua dan melahirkan tiga orang anak, Er, Onan dan Syela. Tapi
sayangnya Er dan Onan adalah anak-anak yang jahat di mata Tuhan, sehingga
mereka mati. Seakan Papanya, Yehuda tidak tahu kejahatan kedua anaknya itu,
sehingga meminta Tamar menantunya untuk pulang dulu ke rumahnya, sampai Syela
besar dan melanjutkan pernikahan ipar.
Sesudah
Syela besar, tak kunjung diberikan Syela menjadi suaminya Tamar. Sehingga dia
langsung datang ke tempat mertuanya datang, yakni di Timna saat dia hendak
menggunting bulu di sana. Hartanya, kambing dan dombanya Yehuda ada di sana di
tempat sahabatnya, tidak menyatu dengan harta dan benda kepunyaan papanya.
Yehuda
mengira, Tamar adalah perempuan sundal. Sehingga bertepatan saat istrinya, Syua
mati, kesepian menginggapi Yehuda dan meminta perempuan yang bertelekung itu
menemaninya tidur. Tapi Tamar sebelum melakukan itu, meminta terlebih dahulu
apa yang jadi jaminannya, yaitu cap meterai, kalung serta tongkat yang saat itu
sedang dipegangnya. Akhirnya dia pulang kembali ke rumah papanya.
Kemudian
ketahuan bagi Yehuda, menantunya itu
bersundal dan telah mengandung karenanya. Dia meminta untuk
menghadapkannya ke publik untuk diadili. Tapi akhirnya ketahuan bahwa dialah
penyebabnya, karena tak kunjung Syela diberikan kepada Tamar untuk melanjutkan
pernikahan ipar. Yehuda memilih untuk tidak bersetubuh lagi dengannya, dan
Tamar melahirkan dua orang anak kembar. Yakni Peres yang sangat kuat muncul
duluan menarik kakaknya, Zerah yang sudah diberi benang kirmizi.
Apa
makna dari perikop ini? Pertama, melahirkan anak yang benar tentu sangat sulit
jika punya orang tua, salah satunya tidak benar. Dimana Er dan Onan jahat
dimata Tuhan sehingga mereka mati dihadapannya. Papanya tidak sadar dengan
kejahatan anak-anaknya, karena pilihan siapa pasangan hidupnya. Memang tidak
terinci apa yang kejahatannya Er, sementara Onan karena merasa dia bukan
pewaris nama keturunan melainkan kakaknya, sehingga dia menyia-nyiakan sumber
dayanya. Sehingga pilihlah pasangan hidup yang tepat, baik dan benar dihadapan
Tuhan.
Kedua,
kasih karunia Tuhan tetap berlaku bagi anak-anaknya, sekalipun tampaknya Yehuda
jatuh dalam dosa perzinahan, nama Yehuda tetap diakui sebagai garis
keturunannya penyelamat dunia, yaitu Yesus. Anugerahnya besar bagi kita,
melebihi dosa-dosa yang saat ini sedang kita miliki. Minta anugerahnya, jika
kita tahu salah, dan mohon ampun untuk tidak melakukannya kembali. Jangan
menjadi orang yang bebal dan akhirnya tetap mati dalam kesalahan dan dosa
tersebut.
Lopait,
17 Maret 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar