Senin, 15 Juni 2026

Yehuda dan Tamar - Kejadian 38

 

Kejadian 38


Dua sikap yang kontras dari anak Yakub yang dibahas secara khusus dalam perikop Kejadian 38 dan Kejadian 39, yakni antara Yehuda dan Yusuf. Yehuda yang jatuh dalam dosa perzinahan meskipun tampak tidak disengaja, sementara Yusuf dalam perikop setelahnya tidak jatuh dalam dosa perzinahan.

Kontras juga antara pilihan para istri yang akan diambil anak-anaknya Yakub, seakan Yakub tidak mewajibkan mengambil istri untuk anak-anaknya dari tanah leluhurnya. Persis seperti Abraham dan Ishak yang mengambil istri dari Padan-Aram. Karena Yakub memang lari dan rumah Laban membawa istri dan anak-anaknya serta harta benda yang dia peroleh dari sana.

Sehingga anak-anak Yakub yang dua belas orang bebas memilih siapapun yang jadi istri mereka masing-masing. Khusus perikop ini, Yehuda yang memilih dari perempuan Kanaan, bertemu saat dia berkunjung ke rumah sahabatnya di Adulam, namanya Hira. Memperistri Syua dan melahirkan tiga orang anak, Er, Onan dan Syela. Tapi sayangnya Er dan Onan adalah anak-anak yang jahat di mata Tuhan, sehingga mereka mati. Seakan Papanya, Yehuda tidak tahu kejahatan kedua anaknya itu, sehingga meminta Tamar menantunya untuk pulang dulu ke rumahnya, sampai Syela besar dan melanjutkan pernikahan ipar.

Sesudah Syela besar, tak kunjung diberikan Syela menjadi suaminya Tamar. Sehingga dia langsung datang ke tempat mertuanya datang, yakni di Timna saat dia hendak menggunting bulu di sana. Hartanya, kambing dan dombanya Yehuda ada di sana di tempat sahabatnya, tidak menyatu dengan harta dan benda kepunyaan papanya.

Yehuda mengira, Tamar adalah perempuan sundal. Sehingga bertepatan saat istrinya, Syua mati, kesepian menginggapi Yehuda dan meminta perempuan yang bertelekung itu menemaninya tidur. Tapi Tamar sebelum melakukan itu, meminta terlebih dahulu apa yang jadi jaminannya, yaitu cap meterai, kalung serta tongkat yang saat itu sedang dipegangnya. Akhirnya dia pulang kembali ke rumah papanya.

Kemudian ketahuan bagi Yehuda, menantunya itu  bersundal dan telah mengandung karenanya. Dia meminta untuk menghadapkannya ke publik untuk diadili. Tapi akhirnya ketahuan bahwa dialah penyebabnya, karena tak kunjung Syela diberikan kepada Tamar untuk melanjutkan pernikahan ipar. Yehuda memilih untuk tidak bersetubuh lagi dengannya, dan Tamar melahirkan dua orang anak kembar. Yakni Peres yang sangat kuat muncul duluan menarik kakaknya, Zerah yang sudah diberi benang kirmizi.

Apa makna dari perikop ini? Pertama, melahirkan anak yang benar tentu sangat sulit jika punya orang tua, salah satunya tidak benar. Dimana Er dan Onan jahat dimata Tuhan sehingga mereka mati dihadapannya. Papanya tidak sadar dengan kejahatan anak-anaknya, karena pilihan siapa pasangan hidupnya. Memang tidak terinci apa yang kejahatannya Er, sementara Onan karena merasa dia bukan pewaris nama keturunan melainkan kakaknya, sehingga dia menyia-nyiakan sumber dayanya. Sehingga pilihlah pasangan hidup yang tepat, baik dan benar dihadapan Tuhan.

Kedua, kasih karunia Tuhan tetap berlaku bagi anak-anaknya, sekalipun tampaknya Yehuda jatuh dalam dosa perzinahan, nama Yehuda tetap diakui sebagai garis keturunannya penyelamat dunia, yaitu Yesus. Anugerahnya besar bagi kita, melebihi dosa-dosa yang saat ini sedang kita miliki. Minta anugerahnya, jika kita tahu salah, dan mohon ampun untuk tidak melakukannya kembali. Jangan menjadi orang yang bebal dan akhirnya tetap mati dalam kesalahan dan dosa tersebut.

Lopait,  17 Maret 2026 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yehuda dan Tamar - Kejadian 38

  Kejadian 38 Dua sikap yang kontras dari anak Yakub yang dibahas secara khusus dalam perikop Kejadian 38 dan Kejadian 39, yakni antara Ye...