Runyamnya Keturunan Lot dan Gagalnya Lot Mengajar Keluarganya - Kejadian 19
![]() |
| Kejadian 19 |
Runyamnya
perjalanan hidup Lot yang merupakan keponakan dari Abraham, dimulai dari satu
kesalahan. Yakni memilih lembah Yordan yang berisi sumber air hingga
digambarkan lokasinya mirip taman Tuhan, tapi di negeri itu dipenuhi dengan
orang-orang dursila dan banyak keluh kesah orang tentang dua negeri itu.
Padahal di sekitar bangsa Sodom dan Gomora ada 3 wilayah yang berdekatan juga,
yakni Adma, Zeboim dan Zoar (Kej.14:2).
Kenapa tidak
memilih satu dari tiga wilayah itu yang tidak masuk dalam rencana Tuhan akan
dimusnahkan Tuhan? Sehingga Dari satu kesalahan berujung menimbulkan
kesalahan-kesalahan berikutnya. Tapi meskipun demikian, kesalahan-kesalahan itu
tak akan terulang, jika seandainya Lot melakukan fungsi dan perannya dengan
baik. Pertama bisa mendidik keluarganya dengan benar sesuai dengan kehendak
Tuhan. Kedua, Lot mampu menjalankan fungsinya memuridkan Sodom dan Gomora.
Minimal orang benar
dimata Tuhan yang muncul selain dari keluarga Lot, ada total sepuluh jiwa.
Sesuai dengan Doa Syafaatnya Abraham (Kej 18:32). Sehingga tugasnya Lot
sebenarnya cukup memenangkan 6 orang jiwa lagi.
Dimana sebenarnya
sudah ada 2 orang menantu, calon orang benar di mata Tuhan, tapi calon
menantunya itu justru mengolok-olok calon mertuanya. Tidak percaya akan firman
Tuhan tentang pemusnahan Sodom dan Gomora dengan segera.
Seandainya Lot
berhasil meyakinkan dua menantunya ini dan mau ikut serta mengungsi, peristiwa
sumbang tidak akan terjadi dalam hidupnya Lot. Dimana dua anaknya melahirkan
keturunan dari dia sendiri, yakni Moab dan Amon ( Kej.19 : 31-38).
Kemudian kegagalan
berikutnya, adalah istrinya sendiri. Gagal untuk menolong istrinya untuk tidak
melihat kebelakang, tidak melihat rumah dan harta bendanya yang berharga semua
nya yang berharga semua yang akan dimusnahkan.
Padahal sudah jelas perintah dari dua malaikat yang menarik mereka untuk
keluar dari rumah itu untuk tidak melihat ke belakang. Sehingga istrinya
menjadi tiang garam (Kej 19:26).
Tugas Lot
seharusnya bisa berdampak dan memenangkan Sodom serta Gomora, sehingga tidak
dimusnahkan Tuhan. Sudah ada enam orang jiwa, tinggal memuridkan tetangga
sebelahnya saja itu lebih dari cukup. Tapi Lot tidak berhasil. Bahkan
orang-orang sekitar Lot justru ingin menggagah dua tamu Lot yang dia minta
untuk tinggal di rumah nya. Lot-pun bahkan berniat untuk menyerahkan dua
putrinya dibandingkan dua tamu yang sedang di rumahnya (Kej 19: 8).
Apa makna dari
kisah hidup Lot ini bagi kita? Pertama, mari berfungsi sebagai ayah dan orang
tua yang baik bagi keluarga kita. Mengayomi keluarga dan membawa keluarganya
sungguh-sungguh mengenal siapa Tuhan dan Kristus dalam keluarga kita.
Kedua, setelah
internal keluarga kita mengenal sungguh-sungguh siapa Tuhan yang benar, Tuhan
tidak meminta banyak bagi kita, dalam memenangkan jiwa-jiwa yang benar di mata
Tuhan. Cukup 6 orang saja (angka minimal) bisa kita bawa kepada Kristus selama
hidup kita. Sesungguhnya, Shalom atau damai sejahtera Allah sudah pasti turun
ke kota atau bangsa dimana kita tinggal saat ini. Masing-masing kita
memenangkan jiwa tersebut, bukankah bumi akan mengenal siapa Tuhan Yesus
sebenarnya?
Lopait, 19 Februari
2026

Komentar
Posting Komentar