Air Bah dan Musnahnya Manusia dan Seluruh Mahluk Hidup - Kejadian 7

 

Kejadian 7

Proyek ketaatan Nuh yakni saat membuat kapal atau bahtera sampai seratus tahun menjadi cara keselamatan yang ditunjukkan Allah kepadanya. Seandainya Nuh lalai satu perkara saja dari yang diperintahkan Tuhan, tentu akan mendatangkan masalah di kemudian hari. Hal tersebut tercatat dalam ayat 5 ‘Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya.’

Mereka yang selamat termasuk binatang, Nuh sekeluarga, binatang yang tidak haram masing-masing 7 pasangan, binatang yang haram cukup satu pasang, burung-burung juga dengan berbagai jenisnya 7 pasang.

Ketaatan dari binatang juga untuk datang ke bahtera Nuh juga menjadi keselamatan tersendiri bagi mereka. Seandainya jika mereka menolak  untuk datang akan jadi kemusnahan bagi kaum mereka juga. Artinya ketaatan menjadi satu-satunya cara untuk bisa selamat dari kemusnahan yang sudah Tuhan rancangkan sebelumnya.

Waktu-waktu yang Tuhan tetapkan juga sangat ketat. Usai pembuatan bahtera, mulai dari kedatangan masing-masing binatang yang hanya 7 hari saja (ayat 10), turunnya hujan lebat40 hari 40 malam (ayat 12), 40 hari air bah naik dan mengangkat bahtera itu sehingga melambung tinggi dari bumi (ayat 17).  Dan berkuasanya air itu di atas bumi 150 hari (ayat 24).

Kisah Nuh menjadi satu rujukan proses keselamatan yang Tuhan tunjukkan di Perjanjian Baru. Ibrani 11: 7 Karena iman, maka Nuh – dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan – dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Petrus juga mengutip dalam kitabnya, 1 Petrus 3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. ' 2 Petrus 2:5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; '

Tuhan Yesus juga mengutip kisah Nuh dalam khotbah pembelajaran kepada murid-muridnya tentang kedatangan Kerajaan Allah,  Lukas 17: 26. Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulahlah halnya kelak pada hari-hari anak Manusia.

Apa arti perenungan dari Kejadian 7 ini? Perintah Tuhan atau firmanNya menjadi satu-satunya perintah yang bisa menghidupkan dan menyelamatkan kita. Menghindarkan kita dari kemusnahan. Meskipun tidak mengerti pada awalnya apa itu, ketaatan menjadi modal awal kita untuk ikut dalam rancangan keselamatan yang sudah Tuhan taruh dalam hidup kita?

Masihkah kita akan terus memberontak dan tidak taat akan perintah-Nya?

Lopait, 22 Januari 2026

Selama Bumi Masih Ada

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Allah Sang Pencipta Kita Lewat Ciptaannya- Kejadian 1

Kejatuhan Manusia - Kejadian 3

Belajar dari Keluarga Pertama, Adam - Kejadian 4