Perjanjian Baru, dengan Abram yang Jadi Abraham - Kejadian 17

 

Kejadian 17

Baru dalam perikop ini, identitas nama Abram diubah oleh Tuhan menjadi Abraham. Setelah usianya masuk 99 tahun. Begitu juga status dan nama istrinya Sarai yang Tuhan ubah menjadi Sara setelah dia juga berusia 90 tahun. Padahal sejak awal Tuhan memanggil Abraham yakni di usia 75 tahun untuk pergi ke tanah Kanaan, status nama Abram belum berubah.

Mengapa penting untuk mengubah status identitas Abram menjadi Abraham, maupun istrinya juga dari Sarai menjadi Sarai?

Abraham yang berarti menjadi bapa sejumlah besar bangsa, beranak cucu sangat banyak; engkau  menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja (Kej 17:5-6). Sara juga yang berarti  menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya (ay 17).

Kembali ke pertanyaan, dengan status yang baru tersebut, segala janji Allah akan segera tergenapi. Dimana janji keturunan lewat anak perjanjian dari Sara lah yang menjadi perjanjian kekal Allah dengan Abraham. Bukan dari Hagar yang merupakan budaknya. Yang meskipun melahirkan Ismail.

Dimana sebelumnya Abraham sempat meminta untuk Ismail-lah yang menjadi anak yang berkenan di hadapan Allah (Ay.18). Mengenai permintaan tersebut Allah tegas mengatakan tidak. Sebab hanya melalui istrinya Sara lah yang akan melahirkan Ishak setahun ke depan. Bahkan sudah ada nama yang Tuhan berikan kepada Abraham, meskipun realita anak tersebut belum lahir.  Namun demikian, Allah tetap mendengar Abraham tentang Ismail anaknya, yang akan diberkati dengan melahirkan 12 keturunan raja yang memimpin 12 kerajaan besar di bumi.

Perjanjian baru tersebut diteguhkan lewat sunat yang harus dilakukan oleh Abraham dan seluruh keturunan, serta seluruh hamba yang ada bersama dengan dia. Bahkan anak yang dibeli dari hambanya juga harus disunat. Sunat menjadi tanda perjanjian antara Allah dengan Abraham.

Perintah Tuhan jelas tiap anak laki-laki yang lahir 8 hari haruslah disunat. Sehingga dalam Injil Lukas 2:21, ketika genap 8 hari Yesus-pun disunat. Akhirnya Abraham-pun tetap disunat meskipun usianya sudah 99 tahun, Ismail saat disunat berumur 13 tahun.

Apa makna dari kisah perjanjian baru yang digagas Allah terlebih dahulu dengan Abraham? Pertama identitas kita perlu diubah, sebab kalau tidak diubah, pola-pola lama akan terus melekat. Identitas itu hanya bisa kita ubah jika identitas tersebut ada di dalam Allah sendiri. Seperti Allah yang mengubah identitas dari Abram menjadi Abraham, Sarai menjadi Sara.

Identitas kita sekarang hanya bisa berubah jika kita sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat satu-satunya, dan menjadikan Dia Tuhan dalam hidup kita. Di dalam Kristus Yesus yang merupakan keturunan Abraham, janji keselamatan itu yang dinyatakan kepada manusia, hanya digenapi di dalam Yesus saja.

Kedua, untuk menggenapi makna perjanjian tersebut, sunat menjadi kunci untuk bisa menerima berkat-berkat Allah. Disamping harus disunat secara lahiriah, setelah kita diselamatkan dari maut dosa, apakah hati kita juga sudah disunat dan memiliki karakter Allah?

Lopait, 16 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Allah Sang Pencipta Kita Lewat Ciptaannya- Kejadian 1

Kejatuhan Manusia - Kejadian 3

Generasi Adam sampai Nuh, Kita Pelajari Apa? Kejadian 5