Senin, 15 Juni 2026

Belajar dari Keturunan Esau - Kejadian 36

 

Kejadian 36


Sangat unik perikop dalam kitab Kejadian 36, yang hanya menggambarkan secara jelas dan rinci bagaimana keturunan Esau, kakak tertua dari Yakub. Esau yang akhirnya pindah dari tanah Kanaan di Hebron menuju pegunungan Seir yang kemudian berubah nama jadi Edom oleh karena Esau tinggal dan menetap disana.

Dia sadar dan mengerti, setelah papanya, Ishak meninggal dan dikuburkan, bahwa warisannya bukan di tanah Kanaan melainkan di tanah atau pegunungan Seir. Esau membawa istri, anak-anaknya, serta ternaknya semua yang ada di tanah Kanaan pergi ke Seir. Sebab harta mereka kalau digabungkan dengan kepunyaan Yakub tidak mencukupi untuk tinggal bersama (Kejadian 36: 5-8).

Meskipun ada perbedaan nama istri-istri Esau yang tercatat dalam perikop ini dengan nama Istri Esau di Kejadian 26, tapi mereka masih orang yang sama. Sebab menurut sejarah orang zaman dulu, kebiasaan mengubah nama menjadi suatu hal yang biasa jika pindah ke suatu tempat yang berbeda. Versi Kejadian 26, 2 istri pertama, Esau bernama Yudit (anak Beeri orang Het) dan Basmat, anak Elon orang Het. Kemudian bertambah satu lagi di Kejadian 28, Mahalat, anak Ismail, adik Nebayot.

Versi Kejadian 36, Ada, Anak Elon orang Het; Oholibama, Anak Ana, anak Zibeon orang Hewi, dan Basmat, anak Ismail, adik Nebayot. Sehingga perubahan nama dari Yudit menjadi Ada, Basmat menjadi Oholibama, dan Mahalat menjadi Basmat. Perubahan nama terjadi karena sudah ada di Seir atau Edom.

Total anak Esau dari ketiga istrinya itu berdasarkan perikop ini, yakni sebanyak 5 orang saja, yakni Elifas (dari Ada), Yeush, Yaelam dan Korah (dari Oholibama) dan Rehuel dari Basmat. Sementara cucunya Esau ada 10 tercatat. Dari Elifas  sebanyak 6 cucu yakni Teman, Omar, Zefo, Gaetam, Kenas dan Amalek. Dari Rehuel ada 4 cucu yakni Nahat, Zerah, Syama dan Miza.

Sebelum terjadi perpaduan keturunan antara Esau dengan keturunan Seir, alkitab kita juga sangat jelas menggambarkan anak-anak Seir (Kejadian 36:20-30). Ada 7 anaknya yakni Lotan, Syobal, Zibeon, Ana, Disyon, Ezer dan Disyan. Sementara cucunya Seir ada 21 anak. Cucu terbanyak dari Syobal ada 5 cucu, yakni Alwan, Manahat, Ebal, Syefo dan Onam. Dan yang diambil oleh Esau yaitu Oholibama.

Dari keturunan Seir juga ada penemu sumber mata air panas, yakni Ana, anak Zibeon. Saat dia menggembalakan ternak ayahnya itu. Padahal di padang gurun, tapi ada sumber mata air panas. Untuk yang menjadi raja di Edom sebelum dari keturunan Esau memimpin ada 8 raja yang memimpin. Kemudian dilanjutkan keturunan Esau ada 11 keturunan raja yang memimpin di Edom.

Apa makna dari perikop ini yang membagi tiga bagian besar pembahasannya, yakni membahas keturunan Esau, keturunan Seir dan Raja-Raja Edom? Pertama,  seharusnya kita punya identitas baru saat kita ada di dalam Kristus, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang. Sehingga jebakan Iblis tidak mengenai kita lagi karena kita punya identitas baru sebagai anak Allah, yang memegang mandat tertinggi darinya untuk menjadi berkat bagi banyak bangsa. Kurang lebih sama dengan identitas baru dari 3 istri Esau yang tertolak oleh mertuanya, Ishak dan Ribka saat tinggal di Kanaan.

Kedua, penggenapan janji Allah pasti terjadi, bahwa semua keturunan Abraham akan menjadi raja-raja dari berbagai bangsa. Salah satunya melalui keturunan Esau yang akhirnya menjadi raja yang memimpin Edom di pegunungan Seir hingga ke generasi ke-11 dalam perikop tersebut. Olehnya jangan ragu jika kita sudah dapatkan Janji Allah dalam hidup kita. Bahkan di tengah-tengahnya, kita-pun akan mampu, menemukan sumber-sumber mata air panas yang baru, seperti Ana yang menemukannya saat menggembalakan ternak kepunyaan ayahnya. Sumber mata air panas yang akan mampu menghangatkan jiwa yang mulai dingin dan kaku di hadapan Allah.

Lopait, 13 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yehuda dan Tamar - Kejadian 38

  Kejadian 38 Dua sikap yang kontras dari anak Yakub yang dibahas secara khusus dalam perikop Kejadian 38 dan Kejadian 39, yakni antara Ye...