![]() |
| Kejadian 36 |
Sangat
unik perikop dalam kitab Kejadian 36, yang hanya menggambarkan secara jelas dan
rinci bagaimana keturunan Esau, kakak tertua dari Yakub. Esau yang akhirnya
pindah dari tanah Kanaan di Hebron menuju pegunungan Seir yang kemudian berubah
nama jadi Edom oleh karena Esau tinggal dan menetap disana.
Dia
sadar dan mengerti, setelah papanya, Ishak meninggal dan dikuburkan, bahwa
warisannya bukan di tanah Kanaan melainkan di tanah atau pegunungan Seir. Esau
membawa istri, anak-anaknya, serta ternaknya semua yang ada di tanah Kanaan
pergi ke Seir. Sebab harta mereka kalau digabungkan dengan kepunyaan Yakub
tidak mencukupi untuk tinggal bersama (Kejadian 36: 5-8).
Meskipun
ada perbedaan nama istri-istri Esau yang tercatat dalam perikop ini dengan nama
Istri Esau di Kejadian 26, tapi mereka masih orang yang sama. Sebab menurut
sejarah orang zaman dulu, kebiasaan mengubah nama menjadi suatu hal yang biasa
jika pindah ke suatu tempat yang berbeda. Versi Kejadian 26, 2 istri pertama,
Esau bernama Yudit (anak Beeri orang Het) dan Basmat, anak Elon orang Het.
Kemudian bertambah satu lagi di Kejadian 28, Mahalat, anak Ismail, adik
Nebayot.
Versi
Kejadian 36, Ada, Anak Elon orang Het; Oholibama, Anak Ana, anak Zibeon orang
Hewi, dan Basmat, anak Ismail, adik Nebayot. Sehingga perubahan nama dari Yudit
menjadi Ada, Basmat menjadi Oholibama, dan Mahalat menjadi Basmat. Perubahan
nama terjadi karena sudah ada di Seir atau Edom.
Total
anak Esau dari ketiga istrinya itu berdasarkan perikop ini, yakni sebanyak 5
orang saja, yakni Elifas (dari Ada), Yeush, Yaelam dan Korah (dari Oholibama)
dan Rehuel dari Basmat. Sementara cucunya Esau ada 10 tercatat. Dari Elifas sebanyak 6 cucu yakni Teman, Omar, Zefo,
Gaetam, Kenas dan Amalek. Dari Rehuel ada 4 cucu yakni Nahat, Zerah, Syama dan
Miza.
Sebelum
terjadi perpaduan keturunan antara Esau dengan keturunan Seir, alkitab kita
juga sangat jelas menggambarkan anak-anak Seir (Kejadian 36:20-30). Ada 7
anaknya yakni Lotan, Syobal, Zibeon, Ana, Disyon, Ezer dan Disyan. Sementara
cucunya Seir ada 21 anak. Cucu terbanyak dari Syobal ada 5 cucu, yakni Alwan,
Manahat, Ebal, Syefo dan Onam. Dan yang diambil oleh Esau yaitu Oholibama.
Dari
keturunan Seir juga ada penemu sumber mata air panas, yakni Ana, anak Zibeon.
Saat dia menggembalakan ternak ayahnya itu. Padahal di padang gurun, tapi ada
sumber mata air panas. Untuk yang menjadi raja di Edom sebelum dari keturunan
Esau memimpin ada 8 raja yang memimpin. Kemudian dilanjutkan keturunan Esau ada
11 keturunan raja yang memimpin di Edom.
Apa
makna dari perikop ini yang membagi tiga bagian besar pembahasannya, yakni
membahas keturunan Esau, keturunan Seir dan Raja-Raja Edom? Pertama, seharusnya kita punya identitas baru saat
kita ada di dalam Kristus, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah
datang. Sehingga jebakan Iblis tidak mengenai kita lagi karena kita punya
identitas baru sebagai anak Allah, yang memegang mandat tertinggi darinya untuk
menjadi berkat bagi banyak bangsa. Kurang lebih sama dengan identitas baru dari
3 istri Esau yang tertolak oleh mertuanya, Ishak dan Ribka saat tinggal di
Kanaan.
Kedua,
penggenapan janji Allah pasti terjadi, bahwa semua keturunan Abraham akan
menjadi raja-raja dari berbagai bangsa. Salah satunya melalui keturunan Esau
yang akhirnya menjadi raja yang memimpin Edom di pegunungan Seir hingga ke
generasi ke-11 dalam perikop tersebut. Olehnya jangan ragu jika kita sudah
dapatkan Janji Allah dalam hidup kita. Bahkan di tengah-tengahnya, kita-pun
akan mampu, menemukan sumber-sumber mata air panas yang baru, seperti Ana yang
menemukannya saat menggembalakan ternak kepunyaan ayahnya. Sumber mata air
panas yang akan mampu menghangatkan jiwa yang mulai dingin dan kaku di hadapan
Allah.
Lopait,
13 Maret 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar