Senin, 15 Juni 2026

Yusuf dan Mimpinya - Kejadian 37

 

Kejadian 37


Citra anak-anak Yakub yang berjumlah 12 orang itu, dalam alkitab kita tercatat, bagaimana mereka sering berbuat jahat khususnya dalam hal ternak mereka. Tidak sama karakternya dengan Yakub papanya, yang sangat begitu keras bekerja sehingga domba dan kambing serta yang lainnya yang awalnya sangat dikit dimiliki oleh Laban, mertuanya bisa menghasilkan hingga ribuan domba dan kambing. Kurang lebih 14-20 tahun. 14 tahun pertama semua domba dan kambing yang ada masih kepunyaan Laban, baru tahun ke 15 sampai tahun ke-20 baru upah domba dan kambing jadi milik Yakub.

Kontras sikap dan keuletan anak-anak Yakub dibandingkan Yakub sendiri. Satu orang bisa mengerjakan dan menghasilkan banyak hal, sementara 10 anak Yakub yang lainnya tidak bisa menyamai prestasi papanya, bahkan sampai mau berbuat jahat atas ternak mereka. Sehingga Yusuf sering melapor akan kejahatan kakak-kakaknya itu.

Kebencian kakak-kakaknya semakin bertambah saat ada perbedaan sikap oleh Yakub kepada anak-anaknya yang lain dengan memberikan jubah yang maha indah kepada Yusuf. Kemudian  kala mimpi Yusuf yang adalah mimpi yang dari Tuhan, disampaikan ke keluarga besar Yakub. Sebuah mimpi yang akan menggambarkan masa depan Yakub atau Israel di kemudian hari.

Mulai dari mimpi tentang berkas-berkas kakaknya yang sujud menyembah berkasnya Yusuf. Hingga 11 bintang, matahari dan bulan tunduk menyembah Yusuf. Kakak-Kakaknya kian membenci Yusuf, tetapi tentang pernyataan mimpi itu, Yakub menyimpannya dalam hati, meskipun awalnya marah karena mereka harus sujud dihadapan Yusuf. 

Akhirnya reka-reka yang jahat mulai muncul kala kebencian sudah menimpa. Awalnya ingin membunuh Yusuf saat dia datang ke Dotan, dimana mereka sedang menggembalakan semua ternak disana. Sebelumnya ada di Sikhem untuk menggembalakan seluruh ternak. Yusuf  ketemu seorang yang memberikan petunjuk kepadanya dan bertanya dimana kakak-kakaknya?

Rencana berubah daripada membunuh, lebih baik dijual saja supaya dapat keuntungan secara material. Tepat saat saudagar-saudagar Midian lewat, tepatnya Photifar, Yusuf dijual seharga 20 syikal perak. Kemudian untuk menutupi perbuatan mereka, pakaian jubah kebesaran Yusuf diambil dan memercikkan darah domba ke jubah yang dikenakan oleh Yusuf tersebut. Papanya sangat sedih bahkan berharap ingin langsung turun ke dunia orang mati, karena kesedihan atas kepergian anaknya itu.

Apa yang dapat kita pelajari dari perikop ini? Pertama, hal-hal yang baik yang dilakukan oleh generasi pendahulu, hendaknya kita bisa lakukan. Bahkan effort atau usahanya berlipat untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak mudah atau pantang menyerah sebelum berhasil mengembangkan sesuatu yang baik dari pendahulu kita tersebut. Apalagi jika masing-masing personel anak Yakub mampu meniru sikap ayahnya yang ulet, sudah tentu mereka tidak akan punya pikiran untuk berbuat jahat. Karena pikiran mereka bagaimana untuk mengembangkan ternak yang sudah ada bisa 10 kali bahkan 20 kali lipat.

Kedua, berani bermimpi apalagi jika itu mimpi yang Tuhan titipkan dalam hidup kita. Perkatakan dan nyatakan meskipun akhirnya dibenci atau dijauhi bukan jadi persoalan. Kita tetap fokus untuk menyelesaikan mimpi yang dari Tuhan. Meskipun prosesnya memang tidak mudah, asal kita berani bayar harga, niscaya mimpi itu akan berhasil.

Lopait, 14 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yehuda dan Tamar - Kejadian 38

  Kejadian 38 Dua sikap yang kontras dari anak Yakub yang dibahas secara khusus dalam perikop Kejadian 38 dan Kejadian 39, yakni antara Ye...