![]() |
| Kejadian 37 |
Citra
anak-anak Yakub yang berjumlah 12 orang itu, dalam alkitab kita tercatat,
bagaimana mereka sering berbuat jahat khususnya dalam hal ternak mereka. Tidak
sama karakternya dengan Yakub papanya, yang sangat begitu keras bekerja
sehingga domba dan kambing serta yang lainnya yang awalnya sangat dikit
dimiliki oleh Laban, mertuanya bisa menghasilkan hingga ribuan domba dan
kambing. Kurang lebih 14-20 tahun. 14 tahun pertama semua domba dan kambing
yang ada masih kepunyaan Laban, baru tahun ke 15 sampai tahun ke-20 baru upah
domba dan kambing jadi milik Yakub.
Kontras
sikap dan keuletan anak-anak Yakub dibandingkan Yakub sendiri. Satu orang bisa
mengerjakan dan menghasilkan banyak hal, sementara 10 anak Yakub yang lainnya
tidak bisa menyamai prestasi papanya, bahkan sampai mau berbuat jahat atas
ternak mereka. Sehingga Yusuf sering melapor akan kejahatan kakak-kakaknya itu.
Kebencian
kakak-kakaknya semakin bertambah saat ada perbedaan sikap oleh Yakub kepada
anak-anaknya yang lain dengan memberikan jubah yang maha indah kepada Yusuf.
Kemudian kala mimpi Yusuf yang adalah
mimpi yang dari Tuhan, disampaikan ke keluarga besar Yakub. Sebuah mimpi yang
akan menggambarkan masa depan Yakub atau Israel di kemudian hari.
Mulai
dari mimpi tentang berkas-berkas kakaknya yang sujud menyembah berkasnya Yusuf.
Hingga 11 bintang, matahari dan bulan tunduk menyembah Yusuf. Kakak-Kakaknya
kian membenci Yusuf, tetapi tentang pernyataan mimpi itu, Yakub menyimpannya
dalam hati, meskipun awalnya marah karena mereka harus sujud dihadapan Yusuf.
Akhirnya
reka-reka yang jahat mulai muncul kala kebencian sudah menimpa. Awalnya ingin
membunuh Yusuf saat dia datang ke Dotan, dimana mereka sedang menggembalakan
semua ternak disana. Sebelumnya ada di Sikhem untuk menggembalakan seluruh
ternak. Yusuf ketemu seorang yang
memberikan petunjuk kepadanya dan bertanya dimana kakak-kakaknya?
Rencana
berubah daripada membunuh, lebih baik dijual saja supaya dapat keuntungan
secara material. Tepat saat saudagar-saudagar Midian lewat, tepatnya Photifar,
Yusuf dijual seharga 20 syikal perak. Kemudian untuk menutupi perbuatan mereka,
pakaian jubah kebesaran Yusuf diambil dan memercikkan darah domba ke jubah yang
dikenakan oleh Yusuf tersebut. Papanya sangat sedih bahkan berharap ingin
langsung turun ke dunia orang mati, karena kesedihan atas kepergian anaknya
itu.
Apa
yang dapat kita pelajari dari perikop ini? Pertama, hal-hal yang baik yang
dilakukan oleh generasi pendahulu, hendaknya kita bisa lakukan. Bahkan effort
atau usahanya berlipat untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak mudah
atau pantang menyerah sebelum berhasil mengembangkan sesuatu yang baik dari
pendahulu kita tersebut. Apalagi jika masing-masing personel anak Yakub mampu
meniru sikap ayahnya yang ulet, sudah tentu mereka tidak akan punya pikiran
untuk berbuat jahat. Karena pikiran mereka bagaimana untuk mengembangkan ternak
yang sudah ada bisa 10 kali bahkan 20 kali lipat.
Kedua,
berani bermimpi apalagi jika itu mimpi yang Tuhan titipkan dalam hidup kita.
Perkatakan dan nyatakan meskipun akhirnya dibenci atau dijauhi bukan jadi
persoalan. Kita tetap fokus untuk menyelesaikan mimpi yang dari Tuhan. Meskipun
prosesnya memang tidak mudah, asal kita berani bayar harga, niscaya mimpi itu
akan berhasil.
Lopait,
14 Maret 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar