Yakub di Mahanaim dan Pniel - Kejadian 32

 

Kejadian 32


Unik kisah dalam kejadian 32 ini, karena diawali Yakub menemukan Mahanaim dan diakhir perikop menemukan Pniel. Kedua tempat ini merupakan sebuah rangkaian bagaimana Yakub bertemu dengan Allah. Di Mahanaim yang berarti God Camps atau Tempat Bala Tentara Allah sementara di Pniel yang berarti Yakub bertemu muka Tuhan atau the face of God, tapi tetap selamat.

Dua fase penemuan Yakub ini merupakan serangkaian perjalanannya akan pulang ke negeri tempat Kakeknya, Abraham dan Ishak, ayahnya di tanah Kanaan. Setelah dua puluh tahun ada di negeri asing, keharusan pulang sudah tak bisa terbendung. Meskipun harus menghadapi tantangan terbesar Yakub yang telah membuat dia pergi dari rumah ayahnya, yakni Esau, itu harus tetap dihadapi dengan segala risiko yang ada.

Yakub memulai dengan mengirim utusan kepada Esau tentang kepulangannya. Dan setelah mendapatkan kabar, Esau sendiri bersama 400 orang langsung datang untuk menjumpai Yakub. Sesudah dapatkan kabar dari utusannya itu, ketakutan yang begitu besar menimpa dia. Dia pun pasang strategi bagaimana cara untuk melunakkan hati kakak tertuanya ini (Kejadian 32: 20?

Pertama membagi pasukannya menjadi dua  sampai tiga bagian dengan membagi hewan-hewan peliharaan yang sudah Yakub dapatkan dari rumah Laban, mertuanya. Mulai dari domba betina, domba jantan, unta, lembu dan keledai. Khusus untuk persembahan kepada Esau, Yakub mempersiapkan 200 kambing betina dan 200 domba betina, 20 kambing jantan dan 20 domba jantan, 40 lembu betina, 10 lembu jantan, 20 keledai betina dan 10 keledai jantan. Sehingga kalau ditotal mencapai 520 hewan peliharaannya Yakub.

Bisa dibayangkan seberapa besar bawaan Yakub atau harta benda atau binatang peliharaan yang ia miliki untuk pulang ke rumah ? Mungkin bisa jadi 10 kali lipat atau lebih dari persembahan yang ia berikan kepada Esau kakaknya. Jika 10 kali lipat bisa minimal bisa mencapai 5.000-an binatang peliharaan. Betapa kayanya Yakub yang awalnya ia hanya bermodalkan tangan kosong untuk datang ke rumah mertuanya, Laban. Tetapi dengan kerja keras dan semangat baja melawan terik matahari dan dinginnya malam serta upayanya diberkati Tuhan selama kurang lebih 20 tahun akhirnya mampu untuk dapatkan berkat Tuhan itu baginya.

Setelah strategi melunakkan hati Esau kakaknya dengan memberi jarak antara satu pasukan dengan pasukan lain dengan bekal persembahan yang sudah siapkan, Yakub ternyata mencari Tuhan lewat janji-janji yang Tuhan sempat sampaikan kepadanya.  Yakni berkat keturunan sampai sebanyak pasir di laut yang tidak dapat dihitung. Meminta dengan sangat dalam doanya, supaya ia diluputkan dari kebinasaan yang hendak Esau lakukan kepadanya.

Di dalam doanya itu, setelah istri dan anak-anakya di seberangkan semua dari sungai Yabok, Yakub sendirian bergumul dengan Allah di malam hari hingga fajar menyingsing dan akhirnya Yakub menang. Tapi sendi pangkal pahanya terpelecok. Dan dalam momen itu, namanya pun diganti menjadi Israel yang berarti engkau telah bergumul dengan Allah dan manusia dan engkau menang.  Tepat di Pniel nama atau identitasnya Yakub berubah. Yang awalnya arti nama Yakub adalah penipu, menjadi Israel yang berarti pemenang.

Apa arti perikop ini bagi kita? Pertama, di Mahanaim, sejatinya malaikat Allah selalu berada dan berkemah di sekitar kita, yakni orang-orang yang takut akan Dia (Mazmur 34:7). Kemudian di Mazmur 91:11 juga tercatat, sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Masihkah kita ragu akan janji perlindungan dan penyertaannya yang begitu luar biasa bagi kita?

Kedua, di Pniel jangan lupa kita harus bergumul dengan Allah, bahkan kalau bisa sampai fajar menyingsing, itu artinya doa semalam suntuk sampai ia menyatakan berkatnya. Mampukah kita berdoa sedemikian dihadapan Allah yang besar? Berdoa bagi jutaan jiwa-jiwa yang terhilang sampai saat ini? Berdoa bagi perdamaian dan kesejahteraan bangsa kita? Berdoa bagi pemerintah kita serta pelayanan kita saat ini?

Lopait, 9 Maret 2026

 

Komentar