Inovasi Yakub dan Bertambahnya Anak serta Harta - Kejadian 30

 

Kejadian 30


Ketika Yakub keluar dari rumahnya dari Tanah Kanaan pergi dan melakukan perintah Papa dan Ibunya untuk cari istri dari lingkungan keluarga terdekat khususnya dari keluarga Ribka, Yakub pergi boleh dibilang dengan tangan kosong atau tidak membawa banyak perlengkapan atau harta benda dari orang tuanya. Asal ada makanan dan pakaian serta perjalanannya disertai Tuhan itu cukup baginya (Kejadian 28).

Konsep merasa cukup, semangat, bekerja keras bahkan berinovasi tak lekang dari kepribadiannya Yakub. Tidak memiliki mental gratisan untuk dapatkan istri maupun harta bendanya. Meskipun ia berhak untuk dapatkan itu secara gratis. Toh memang, Laban sendiri adalah paman kandungnya. Tapi ia tidak melakukan itu lebih memilih bekerja keras dan bekerja cerdas untuk semua yang ia dapatkan.

Total untuk mendapatkan istrinya, Yakub bekerja selama 14 tahun.

Meskipun demikian, konflik dalam internal keluarga Yakub sendiri adalah masalah yang harus diselesaikan dengan baik. Khususnya antara Rahel, wanita yang dicintai Yakub versus kakaknya, Lea. Rahel yang sangat cemburu karena tak bisa melahirkan anak bagi Yakub, memilih untuk menyerahkan, budaknya Bilha untuk bisa memberikan keturunan mewakilinya.

Dia pun berhasil, lewat budaknya lahir dua anak, pertama, Dan yang berarti Allah telah memberikan keadilan bagiku dan mendengar permohonanku. Kedua, Naftali yang berarti Aku telah bergulat dengan kakakku, dan akupun menang.

Lea-pun tak mau kalah, dia menyerahkan budaknya, Zilpa jadi istri Yakub dan melahirkan dua orang anak juga. Pertama, Gad yang berarti mujur telah datang. Kedua, Asyer yang berarti Aku ini berbahagia.  Ada 4 orang lahir dari dua budaknya, sehingga kalau ditotal dengan 4 anak pertama dari Lea, Yakub sudah punya 8 anak.

Keturunan Yakub, masih terus bertambah setelah ada intrik antara Lea dan Rahel, dimana Rahel meminta buah dudaim dari anak pertamanya, Ruben, yang dia dapat dari padang. Untuk itu, Lea meminta Yakub untuk bersamanya tidur. Alhasil, Lea kembali melahirkan 3 anak lagi, 2 putra yang bernama Ishakar, yang berarti Allah telah memberi upahku karena aku telah memberi budakku kepada Yakub; kedua Zebulon yang berarti Allah telah memberi hadiah yang indah, karena aku telah melahirkan 6 orang anak. Ditambah satu bonus lagi anak perempuan, yakni Dina.

Akhirnya, tiba bagi Rahel untuk melahirkan anak, setelah Tuhan mengingatnya, dia menyebut anaknya Yusuf yang berarti Allah telah menghapus aibku. Mudah-mudahan Tuhan menambah seorang anak laki-laki lagi bagiku. Persis ketika Yusuf lahir, tiba saatnya bagi Yakub untuk pulang ke rumah papanya di Kanaan. Meminta ijin sebelum pulang supaya upahnya tidak diberikan Cuma-Cuma baginya, Yakub meminta untuk tetap menggembalakan kambing-domba kepunyaan Laban mertuanya.

Khusus untuk upahnya, yakni domba yang hitam dan segala yang kambing yang berbelang-belang dan berbintik-bintik. Dia-pun melakukan percobaan bagaimana melahirkan kambing dan domba yang demikian. Mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnya dan meletakkannya itu di palungan, dalam tempat minum. Saat kambing domba itu berkelamin dengan tempat minum, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.

Dia-pun memilih kambing domba yang sehat dan kuat saja. Yang lemah dijauhkannya, sehingga kambing dan domba yang kuat dengan spesifikasi itu jadi kepunyaannya Yakub, sementara yang lemah milik Laban.

Apa makna perikop ini bagi kita? Pertama, masalah itu sebenarnya berkat terselubung bagi kita. Andai Rahel dan Lea akur-akur saja, tentu anak yang dilahirkan tidak sebanyak itu, tidak butuh memberikan budaknya bagi Yakub jadi istri, toh karena mereka saja sebenarnya cukup. Tapi karena ada konflik, anaknya Yakub semakin bertambah dan sangat termotivasi untuk melahirkan generasi berkat keturunan seperti yang dijanjikan Allah kepada kakeknya Abraham dulu.

Kedua, dengan adanya masalah antara Yakub dan Laban yang terus curang baginya, Yakub-pun bisa menemukan inovasi. Bagaimana untuk menemukan domba kambing yang berbelang, berbintik dan bercoreng-coreng? Dia melakukan berbagai cara dan akhirnya menemukan formula yang tepat. Akhirnya jangan pernah takut dengan yang namanya masalah. Itu adalah cara Tuhan untuk membentuk dan memberkati kita.

Lopait, 6 Maret 2026  

Komentar