Perjalananmu Akan Berhasil-Ribka Jadi Jodoh Ishak - Kejadian 24
![]() |
| Kejadian 24 |
Perikop kejadian 24
ini menjadi perikop terpanjang karena ayatnya sampai 67 ayat. Dalam kitab
Kejadian 3 pasal yang memiliki ayat terpanjang, kedua adalah Kejadian 41
berjumlah 57 ayat, kemudian kejadian 31 berjumlah 55 ayat. Perikop ini terpanjang seakan menunjukkan upaya untuk
berhasil itu jalannya memang panjang.
Kisah ini dimulai
dari kebutuhan akan seorang pendamping bagi anaknya Abraham, Ishak, untuk
melanjutkan berkat keturunan seperti yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham. Tak
mudah prosesnya. Mulai dari hamba tertua yang diutus Abraham pergi ke negeri
sanak saudaranya di Mesopotamia, dia diminta bersumpah untuk dapatkan jodoh
Ishak disana dan tidak boleh mengambil jodoh dari perempuan Kanaan dimana
mereka tinggal saat ini.
Kemudian berjalan
ke negeri Mesopotamia, yang tentu bukan perjalanan sehari untuk sampai kesana
naik unta. Dapatkan orang yang tepat untuk jadi jodohnya Ishak juga seakan
hambanya Abraham random atau seakan nyasal saja. Ucapkan dalam hatinya,
sosok yang rajin yang suka menolong orang lain, dan yang mau ekstra menolong
bukan hanya memberi dia minum tapi memberi unta-untanya minum, serta makanan
dialah yang jadi jodoh bagi tuannya.
Belum selesai
ngomong dalam hatinya, sosok perempuan sudah muncul di hadapannya. Dan
terjadilah dengan sendirinya apa yang menjadi tanda-tanda yang diminta oleh
hambanya itu. Tuhan menuntun hambanya itu menemukan dengan cepat. Akhirnya
ditanya siapa dia, cocok identitasnya dengan identitas yang akan jadi calon
nyonya tuannya, yakni dari keturunan saudaranya Abraham, yakni Nahor.
Peristiwa ngomong
dalam hati, juga pernah dialami oleh Ibunya Samuel, Hana dimana saat dia seakan
berkomat-kamit dalam hatinya sangat berat pergumulannya untuk minta keturunan.
Sampai-sampai Nabi Eli sebut dia perempuan mabuk (1 Sam 1:13). Sehingga ngomong dalam hati itu bagian dari
proses untuk mencapai tujuan kita. Apa yang terucap dalam hati, Tuhan dengar.
Akhirnya ketemu
dengan keluarga besar Ribka, sikap yang baik untuk ditiru dari hambanya Abraham
adalah menyampaikan tujuannya dulu baru menikmati makanan yang dihidangkan.
Jangan terbalik. Kemudian menanyakan sikap keluarga besar mereka tentang
perjodohan itu. Keluarga besar Ribka tidak bisa menolak dan si calon Ishak,
Ribka akhirnya setuju untuk ikut.
Saat perjalanannya
sudah mau berhasil, sempat mau ditahan oleh keluarganya Ribka. Yakni Laban
saudaranya, serta Ibunya Milka. Untuk diam sementara sampai 10 hari lagi (kej 24:55). Tapi hambanya
Abraham meminta dengan lembut untuk tidak menunda-nunda keberhasilannya, supaya
ia kembali pulang dan perjalanannya berhasil seperti yang tuannya Abraham
minta.
Ribka melayangkan
pandangnya seketika ke Ishak, ia turun dan mengenakan telekungnya. Saat
hambanya menceritakan semua perjalanan mereka kepada Ishak, dia membawa Ribka
ke kemah ibunya, Sara dan menjadikan dia istrinya. Ishak mencintainya dan
demikian ia dihiburkan oleh Ribka setelah ibunya meninggal. Karena Ishak sangat
dekat dengan ibunya.
Apa makna cerita di
atas? Pertama, untuk dapatkan jodoh yang terbaik dari Tuhan tentu milikilah
sikap seperti Ribka tunjukkan yakni rajin,
suka menolong, dan selalu punya mindset extra mile dalam mengerjakan
sesuatu. Kedua, ngomong dalam hati itu penting apalagi itu suara dari hati kita
yang paling dalam. Niscaya Tuhan akan mendengarkan saat kita berseru dengan
sangat kepadanya, Ketiga, selalu meminta pendapat keluarga besar untuk
tujuan-tujuan kita yang besar, supaya kita tahu arah dan langkah kita kemana
selanjutnya. Niscaya rencana kita akan berhasil.
Lopait, 26 Februari
2026

Komentar
Posting Komentar