Panggilan Ibadah di Betel & 3 Kematian Orang terdekat Yakub - Kejadian 35
![]() |
| Kejadian 35 |
Usai
pembalasan oleh Simon dan Lewi di tanah Sikhem karena perkosaan yang dilakukan
oleh pangeran Sikhem kepada adiknya, tentu daerah itu sudah tak aman lagi untuk
didiami. Yakub memilih untuk berpindah lagi. Kali ini sebelum ke Efrata atau
Betlehem, Yakub dapat perintah dari Tuhan untuk pergi ke Betel.
Yakub
meminta dengan sangat kepada seluruh anggota keluarganya, sebelum ke Betel
untuk beribadah disana, supaya mereka menyerahkan dewa-dewa asing baik yang
melekat di badan mereka maupun yang mereka simpan. Hasilnya kedasyatan yang
dari Allah hinggap kepada anak-anak Israel, sehingga tak ada satu orangpun
berani mengejar mereka saat mereka hendak ke Bethel (Kejadian 35: 5).
Seharusnya mereka dikejar oleh bangsa-bangsa asing, khususnya Sikhem atau
bangsa lain yang bertalian dengan Sikhem, usai mereka dimusnahkan oleh
anak-anak Yakub.
Setibanya
di Bethel, Yakub mendirikan mezbah tempat dimana ia pertama kali ketemu dengan
Tuhan. Dia dan semua anak-anaknya datang menyembah Tuhan disana. Tuhan kembali
menyampaikan janjinya kepada Yakub atau Israel, bahwa melalui keturunannya akan
muncul bangsa-bangsa dan para raja. Nama Yakub juga diganti menjadi Israel
untuk kedua kalinya Tuhan sampaikan. Di Bethel juga terjadi, pengasuh Ribka
mamanya, Debora meninggal disana sehingga dia dikuburkan di sebelah hilir
Betel.
Total
ada tiga kematian dalam keluarga Yakub, termasuk istrinya, Rahel juga meninggal
saat hendak keluar dari Betel dan menuju Efrata atau Yerusalem. Dia meninggal
pada saat melahirkan Benyamin, adiknya Yusuf. Dia dikuburkan di Betlehem bukan
di kuburan yang ada di Hebron, tempat penguburan keluarga besar Abraham.
Kematian Rahel juga tentu ada kaitannya dengan kutuk yang pernah Yakub
sampaikan tentang perkara terafim dewa papanya, Laban yang ia curi (Kejadian
31: 32). Rahel tidak umur panjang.
Di
Efrata juga terjadi perbuatan sumbang yang dilakukan oleh Ruben anak pertamanya
Yakub. Dia meniduri istri papanya dari budaknya Rahel. Tentang perbuatan Ruben
ini, meskipun tidak kelihatan marahnya Yakub kepadanya dalam perikop ini,
tetapi hukuman yang dijatuhkan oleh Yakub kepadanya, dia tidak jadi yang
terutama lagi dalam keluarganya, dan posisi anak sulungnya digantikan ke anak
yang lain.
Kematian
ketiga adalah kematian papanya, Ishak di Hebron. Yakub memutuskan untuk datang
ke Hebron dan meninggalkan Efrata. Usianya Ishak 180 tahun, Yakub dan Esau
kakaknya datang untuk menguburkan dia di tanah pekuburan yang telah dibeli
kakeknya, Abraham.
Apa
makna dalam perikop ini? Pertama, pentingnya menjaga diri kita tetap kudus
dihadapan Allah dengan meninggalkan segala berhala-berhala yang mungkin kita
pegang saat ini. Apa yang jadi berhala yang sedang menghalangi kita? Apakah
harta, jabatan, atau hobby atau bahkan pelayanan kita yang sedang kita kerjakan
saat ini? Dimana olehnya kita justru mengandalkan diri kita bukan mengandalkan
Tuhan? Pentingnya menjaga kekudusan, akan membuat kita menjadi kegentaran bagi
Iblis, sehingga dia tidak akan berdaya menjatuhkan kita. Persis kegentaran yang
terjadi kepada Yakub dan anak-anaknya, sehingga bangsa-bangsa asing tidak
berani menyerang mereka.
Kedua,
kematian pasti tidak bisa dihindari, sebab semua orang yang hidup pasti akan
meninggal. Di ujung kematian itu, apakah sudah memastikan bahwa hidup kita
sudah benar dihadapan Nya? Jika belum benar dan belum bertobat, hati-hatilah
karena akan ada kematian kedua, yakni kematian yang kekal atau kematian jiwa
kita, karena bisa dipastikan kita tidak akan ada berada disisinya Tuhan Allah
kita.
Lopait,
12 Maret 2026

Komentar
Posting Komentar