Menjadi Pendatang di Negeri Asing-Matinya Sara - Kejadian 23

Kejadian 23


Stefanus sebelum dia mati dan dirajam dengan batu hingga mati, dia sempat menyampaikan bagaimana sejarah bangsanya mulai dari Bapa Abraham, bagaimana ia diminta keluar dari tanah bapa leluhurnya di Haran, pergi menuju satu negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu, menjadi orang asing disana. Bahkan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka kepadanya, setapakpun tidak (Kis 7:4-5).

Abraham-pun menyatakan juga bahwa dia orang asing dan pendatang di negeri itu (Kejadian 23: 4). Meskipun dia pernah mengalahkan bangsa-bangsa yang sempat menawan Lot, keponakannya, tentang betapa sebenarnya dia kuat meskipun jumlahnya terbatas, kekuatannya tidak digunakan untuk merampas negeri dimana dia tinggal sekarang yaitu di Kiryat-Arba atau Hebron.

Dia malah ingin membeli satu wilayah yakni ladang milik orang bani Het dengan harga penuh, tidak diskon apalagi gratis. Orang-orang Bani Het-pun menjawab, silakan pilih daerah mana yang dia inginkan, niscaya bangsanya tidak akan menolak untuk memberikan tanah itu. Bahkan tanpa sepeserpun mereka akan rela untuk memberikannya, karena dalam pandangan mereka, bahwa Abraham sendiri sebenarnya bagaikan seorang raja agung di tengah-tengah mereka.

Akhirnya terpilih tanah, ladang Efron orang Het, yang letaknya di Mahkpela di sebelah timur Mamre.  Ladang dan gua disana, serta pohon di ladang bahkan di seluruh tepi-tepinya, diserahkan kepada Abraham menjadi tanah belian dengan harga 400 ratus syikal perak sesuai harga pasar saat itu (Kej. 23:17).

Meskipun dalam penawarannya Efron, seolah-olah berbaik hati untuk tidak meminta sepeserpun dari Abraham, dengan menyatakan apa artinya itu bagi kita, kuburkan saja istrimu itu. Tapi Abraham tidak mengambil kesempatan itu, dan tetap membayar dengan harga penuh sesuai yang diminta Efron.

Kuburan itu-pun menjadi kuburan warisan, dimana Abraham, Ishak anaknya maupun Yakub cucunya dikuburkan juga disana (Kej 25: 9; Kej 49: 31; Kej. 50 : 13). Abraham dikuburkan oleh Ishak serta Ismael. Ishak dikuburkan oleh Yakub dan Esau. Yakub dikuburkan oleh 12 anaknya dari Mesir ke Hebron.

Apa makna dari  perikop ini bagi kita? Pertama, ingat kita hanya pendatang di dunia ini, dunia bukan tujuan kita, tetapi kerajaan Allah. Menjadi serupa dan segambar dengan dia adalah keharusan kita untuk tetap ada di dunia ini. Dan cara yang digambarkan Abraham bagi kita menjadi wakilnya Allah di dunia ini adalah, ketaatan penuh atas panggilan itu, sekalipun belum dapat tanah perjanjian itu, Abraham tetap setia dalam panggilannya.

Kedua tidak menggunakan cara-cara kotor untuk merebut paksa tanah Kanaan yang Tuhan maksudkan dalam hidup kita. Cara-cara kotor seperti menipu, menindas, apalagi korupsi dan sejenisnya tidaklah menggambarkan sifat Allah, melainkan harus sungguh-sungguh dan berani menentang cara-cara dunia untuk dapatkan tanah Kanaan yang Tuhan janjikan. Seperti Abraham yang meskipun bisa dan sanggup untuk merebut saja itu jadi tanah milik kepunyaannya, tapi dia tetap membeli tanah khusus untuk tempatnya di tanah Kanaan itu. Dan jadi tempat peristirahatan terakhir baginya di dunia ini, bukan hanya bagi nya, juga bagi anaknya serta cucunya juga.

Lopait, 25 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Allah Sang Pencipta Kita Lewat Ciptaannya- Kejadian 1

Kejatuhan Manusia - Kejadian 3

Generasi Adam sampai Nuh, Kita Pelajari Apa? Kejadian 5