Esau Memandang Rendah Hak Kesulungan - Kelanjutan Keturunan Abraham - Kejadian 25

Kejadian 25


Kemiripan permasalahan Abraham terjadi juga dengan Ishak anaknya, yakni kemandulan istrinya. Di usia 40 tahun Ishak menikah dengan Ribka, tapi di tengah persoalan, Ishak langsung berdoa. Tapi Tuhan menjawab doanya Ishak setelah 20 tahun bergumul meminta keturunan.  Ada proses penantian untuk persoalannya. Allah kita tetap menguji orang-orang pilihan-Nya.

Dalam rencananya Tuhan dia langsung memberikan dua benih dalam kandungan istrinya, yakni Esau dan Yakub. Sejak dalam kandungan mereka sudah saling bertolakan, Hosea mencatat Yakub sejak dalam kandungan sudah menipu saudaranya (Hos 12:3). Ribka untuk persoalannya itu langsung datang ke Tuhan meminta petunjuk. Tuhan pun segera menjawab Ribka mengapa saling bertolakan. Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” (Kej. 25: 23).

Akhirnya terjadi, Yakub dan Esau lahir, tapi Yakub memegang tumit Esau saat Esau keluar pertama dari rahimnya Ribka. Seakan ingin jadi yang pertama atau yang sulung sehingga dia dinamakan Yakub. Sementara abangnya berwarna merah dan berbulu sehingga dinamakan Esau.

Ada konflik yang terjadi antara Ishak dan Ribka tentang kedua anaknya, dimana Ishak sayang kepada Esau karena suka daging buruan nya Esau sementara Ribka kasih kepada Yakub. Dan Ribka tidak cerita kepada Yakub saat Tuhan berfirman tentang kedua anak mereka itu, dimana yang tua jadi hamba ke anak yang lebih muda. 

Esau juga dalam karakternya menganggap sepele tentang makna kesulungan. Bahkan dalam Ibrani 12:16 dituliskan bagaimana Esau begitu memandang rendah hak kesulungan yang ia miliki, ‘Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan’.

Sahut Esau, sebentar lagi aku akan mati, apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?”.Kemudian dia bersumpah dan menjual hak kesulungannya demi roti dan kacang merah yang dimasak Yakub.

Abraham meninggal usia 175 tahun. Untuk dapatkan Ismail dari Hagar, Abraham berusia 86 taun, sementara untuk dapatkan Ishak, ia berusia 100 tahun. Sehingga dalam perjalannya, Abraham masih begitu lama mendidik anak-anaknya.

Alkitab kita juga mencatat, disamping Sara, dan Hagar gundiknya, ternyata masih ada satu istri lagi, yakni Ketura. Ada tiga generasi tercatat namanya di Kejadian 25, yakni anaknya Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak, dan Suah. Cucunya Abraham ada, Syeba dan Dedan dari Yoksan, ada Efa, Efer, Henokh, Abida dan Eldaa dari Midian. Kemudian cicitnya ada Asyur, Letush, dan Leum dari Dedan.

Ismail juga dicatat daftar keturunannya sampai 12 orang, yang dinyatakan Tuhan akan jadi bangsa yang besar. Yakni Nebayot, Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish, dan Kedma. Ismail meninggal diusia 137 tahun dan lokasi mereka ada di Hawila sampai Syur, sebelah timur Mesir.

Semua anak-anak Abraham waktu dia masih hidup, dari gundiknya diminta meninggalkan Ishak anaknya dan pergi ke sebelah Timur ke Tanah Timur. Dia hanya memberikan pemberian saja, sementara semua harta Abraham hanya milik Ishak saja.

Apa makna dari perikop ini? Pertama, seperti nasihat Ibrani, jangan anggap rendah hak kesulungan, itu sama dengan berbuat cabul atau nafsu yang rendah. Sekali kita menganggap rendah sesuatu, pastilah kita akan tertinggal dan tidak akan menyelesaikan maksud dan rencana Allah dalam hidup kita.

Kedua, hidup itu pasti ada masalah, seperti masalah berulang dari papanya, kemudian dialami Ishak tentang soal kemandulan istrinya. Pentingya menjaga  kesetiaan bahkan meskipun sampai dua puluh tahun untuk menantikan kelahiran seorang anak, Ishak tetap setia kepada Sara istrinya.

Ketiga, munculnya masalah favoritism kepada anak-anak. Ishak sayang kepada Esau, Rikba kasih kepada Yakub. Abraham juga sama memfavoritkan Ishak padahal ada 7 orang lagi yang selevel dengan Ishak, dan memang mereka lahir dari gundiknya Abraham. Pentingnya bagi keluarga untuk menjaga komunikasi dengan baik. Apalagi jika itu firman Tuhan yang bicara kepada kita. Mari komunikasikan sehingga konflik tidak perlu sebenarnya semakin besar.

Lopait, 27 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Allah Sang Pencipta Kita Lewat Ciptaannya- Kejadian 1

Kejatuhan Manusia - Kejadian 3

Generasi Adam sampai Nuh, Kita Pelajari Apa? Kejadian 5