Jumat, 03 Juli 2026

Yakub Bertemu Firaun dan Ajalnya Kian Dekat serta Kebijakan Yusuf - Kejadian 47

 

Kejadian 47

Ketika bertemu dengan Firaun, pernyataan Yusuf tentang pekerjaan apa yang mereka lakukan selama ini akhirnya ditanyakan Firaun kepada 5 saudaranya. Tapi perkataan Yusuf untuk menghaluskan apa jenis pekerjaan mereka, saat Firaun bertanya tetap tegas disampaikan bahwa mereka adalah gembala kambing dan domba (Sheperd) bukan keeper atau pemelihara seperti yang Yusuf minta. Firaun tidak mempermasalahkan dan juga mengijinkan mereka untuk tinggal di tanah terbaik yang ada di Mesir untuk memelihara hidup mereka dan kawanan. Bahkan sempat berpesan jika ada yang tangkas bisa menjadi pengawas ternak atau overseer of lifestock miliknya Firaun.

Saat bertemu Yakub, Firaun bertanya tentang usianya. Yakub menyampaikan usianya saat itu 130 tahun. Disampaikan juga bahwa tahun-tahun pengembaraannya tidak sepanjang usia dari ayah dan kakeknya. Dia-pun sempat memberkati Firaun dan kerajaannya dihadapan Tuhan dan akhirnya pergi meninggalkan Firaun kembali ke tanah Gosyen.

Abraham sampai berusia 175 tahun (Kejadian 25:7) dan Ishak ayahnya 180 tahun (Kejadian 35:28). Sementara Yakub sendiri masih hidup 17 tahun lagi di Mesir sehingga total usia Yakub 147 tahun. Secara khusus Yakub meminta Yusuf untuk datang kepadanya dan bersumpah saat ajalnya tiba, untuk tidak menguburkannya di Mesir melainkan di tanah pekuburan yang telah dibeli oleh Abraham di Hebron. Yusuf-pun berjanji dan akan melakukan apa yang jadi wasiat ayahnya itu.

Kelaparan masih begitu panjang di seluruh dunia yakni 5 tahun lagi saat Bani Israel tiba di Mesir. Di tahun pertama, segala uang yang dimiliki oleh masyarakat Mesir habis untuk membeli bahan makanan. Di tahun kedua seluruh penjuru warga Mesir datang lagi ke Yusuf. Akhirnya ditukar dengan segala hewan ternak mereka. Dan sesudah habis, di tahun ketiga, tak ada lagi apa-apa, yang tersisa hanya tanah dan badan mereka. Meminta supaya mereka dan tanah mereka di beli oleh Firaun, mengapakah kami harus mati dihadapanmu? Yusuf setuju dan akhirnya semua tanah yang ada di Mesir sudah menjadi miliknya Firaun. Hanya tanah milik para imam yang tidak dibeli, karena mereka mendapat bulanan dari Firaun untuk memelihara hidup mereka.

Di tahun ketiga itu dan untuk seterusnya, Yusuf mengeluarkan kebijakan, supaya tiap benih yang diberikan istana untuk dikelola masyarakatnya, seperlimanya adalah milik  Firaun. Sementara empat perlima nya adalah menjadi kepunyaan masing-masing warga Mesir untuk kebutuhan keluarga mereka. Kebijakan ini-pun masih berlaku sampai sekarang.

Apa yang menjadi pelajaran bagi kita dalam perikop ini? Pertama, butuh kerendahan hati saat bertemu orang-orang dimanapun dan siapapun itu. Dengan kerendahan hati akan menunjukkan karakter kita yang baik di depan mereka. Oleh sikap yang demikian bisa saja jadi berkat terselubung bagi kita. Sesungguh-nya Firaun bisa saja mendatangkan kecelakaan bagi orang Israel saat itu, tapi lagi-lagi karena sikap yang rendah hati, kecelakaan itu tidak jadi datang.

Kedua, kebijakan yang baik adalah kebijakan yang datang dari orang yang baik dan berintegritas serta yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Kebijakan yang baik itu-pun bukan hanya bisa menyelesaikan persoalan kekinian tapi akan bisa dirasakan bukan hanya pada masa kita saja, dampaknya akan bisa dialami oleh generasi-generasi setelah kita.

Bagaimanakah kebijakan pemerintah kita saat ini apakah sudah bisa menyelesaikan persoalan masyarakat kekinian dan bahkan akan berdampak baik bagi generasi setelahnya?

Lopait, 27 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yakub Bertemu Firaun dan Ajalnya Kian Dekat serta Kebijakan Yusuf - Kejadian 47

  Kejadian 47 Ketika bertemu dengan Firaun, pernyataan Yusuf tentang pekerjaan apa yang mereka lakukan selama ini akhirnya ditanyakan Fira...