![]() |
| Kejadian 46 |
Setelah
semuanya siap untuk keberangkatan Yakub, dia terlebih dulu doa sama Tuhan di
Bersyeba. Bersyeba adalah tempat pertemuan Allah dengan Hagar waktu hendak
membuang Ismail, juga pertemuan Allah dengan Abraham (Kejadian 21:33), serta
pertemuan Allah dengan Ishak (Kejadian 26:23-24). Artinya Bersyeba menjadi
pusat pertemuan Allah dengan manusia, dan tempat sumpah yang terjadi antara
Abraham maupun Ishak dengan Abimelekh.
Malamnya
Tuhan berbicara kepada Yakub di Bersyeba, tentang rencana kepindahan ke Mesir
untuk tidak ragu berangkat. Dan bagaimana Yakub akan kembali dikuburkan di
Kanaan oleh Yusuf nantinya di ujung hidupnya.
Setelah
berdoa dan mendapatkan pesan yang jelas dari Tuhan, Yakub dan semua anak serta
cucu-cucunya berangkat dari Bersyeba dengan menggunakan kereta menangkut
semuanya. Termasuk binatang peliharaan mereka, serta semua harta benda yang
Yakub miliki pergi ke Mesir.
Total
anak dan cucu yang berangkat dari Kanaan mencapai 66 jiwa sementara yang sudah
ada di Mesir ada 4 jiwa yakni Yusuf, istri dan 2 anaknya. Sehingga semuanya ada
70 jiwa keturunan Yakub yang tinggal di Mesir. Jika dirinci dari istrinya Lea
total ada 33 jiwa. Dari istrinya Rahel ada 14 jiwa. Dari istrinya Zilpa
(budaknya Lea) ada 16 jiwa dan dari istrinya Bilha ((budaknya Lea) ada 7 jiwa.
Yusuf
memilih tempat terbaik di Mesir untuk mereka bisa tinggal yakni di Gosyen.
Sesampainya di Gosyen, Yakub meminta Yehuda untuk menjumpai Yusuf di Istana
Firaun untuk datang ke Gosyen. Yusuf langsung berangkat kesana dan sangat
bersukacita sekali saat bisa melihat ayahnya kembali dan saling bertangisan.
Yakub-pun langsung berkata bahwa dia siap untuk mati setelah bisa melihat
kembali Yusuf dan bahwa ia masih hidup. Dukacita Yakub beberapa waktu yang lalu
berganti menjadi sukacita yang besar bagi dirinya.
Yusuf-pun
mengatur strategi supaya bisa diterima dengan baik di Mesir maupun oleh Firaun
sendiri yakni menyebut profesi mereka sebagai pemelihara ternak dari sejak
kecil sampai sekarang. Bukan sebagai gembala kambing dan domba. Karena profesi
itu dianggap sebagai suatu kekejian bagi orang Mesir saat itu.
Apa
makna dari perikop ini bagi kita? Pertama sebelum mengambil keputusan baik itu
untuk pindah atau keputusan apapun itu, baiknya kita minta dan cari Tuhan
terlebih dahulu. Cari tempat atau spot tempat kita biasanya bertemu dengan
Tuhan dan minta petunjuknya secara langsung. Seperti Yakub yang memilih
Bersyeba untuk bisa bicara ketemu dengan Tuhan Allah semesta dan malamnya
Firmannya datang kepadanya dan menyatakan keputusan Tuhan kepada Yakub.
Kedua,
atur strategi yang baik untuk bisa diterima dengan baik, dimana kita akan
tinggal di tempat tujuan yang akan kita tinggali. Sebab dengan penerimaan yang
baik, maka konflik sekecil apapun akan bisa dihindari. Seperti mengubah status
penamaan profesi Yakub dan anak-anaknya dari gembala kambing domba menjadi
pemelihara ternak.
Sudahkah
kita minta Tuhan campur tangan untuk tiap keputusan yang akan kita buat?
Lopait,
26 Maret 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar