![]() |
| Kejadian 45 |
Setelah
segala pembelaan Yehuda, Yusuf akhirnya tak tahan lagi untuk meluapkan sukacita
yang dirasakannya. Dia-pun memperkenalkan dirinya langsung kepada
saudara-saudaranya. Tetapi ketakutan yang begitu rupa dirasakan kesepuluh
saudaranya Yusuf tentang kejahatan mereka dimasa lalu kepada nya.
Yusuf
berupaya untuk menenangkan hati saudara-saudaranya, untuk tidak takut dan tidak
menyesali diri atas apa yang telah terjadi dimasa lalu. Sebab dengan cara
seperti itulah justru cara Tuhan untuk Yusuf bisa mendahului mereka ke Mesir.
Pernyataan mendahului ke Mesir sampai tiga kali Yusuf perkatakan di ayat 5, 7
dan 8. Perspektif Yusuf tentang kejahatan kakak-kakaknya itu membuat mereka
bisa tenang. Dimana seharusnya pantas bagi Yusuf untuk membalas kejahatan itu,
tapi itu bukan sikap yang diambilnya.
Yusuf
pun memuaskan semua rasa rindunya kepada saudara-saudaranya dengan mencium dan
memeluk mereka bergantian. Khususnya Benyamin adik satu-satunya dari Ibunya
Rahel dipeluk begitu hangat sambil menangis. Lanjut mereka bicara-bicara
tentang segala hal apa yang sudah ia alami, dan bagaimana kemuliaannya yang
besar di Mesir sebagai orang nomor dua di sana.
Segera
meminta dengan cepat untuk membawa ayahnya dan seluruh cucu-cucunya yang
ada dan pindah ke Mesir. Bahkan
Firaun-pun memerintahkan untuk menyiapkan kereta yang berisi bekal terbaik yang
ada di Mesir. Mulai dari kepergian menjemput Papanya. Yakub dan semua istri dan
cucu sampai kedatangan ke Mesir, semua disediakan baik makanan dan minuman yang
terbaik. Juga disiapkan pakaian ganti atau kain pesalin sepotong untuk
masing-masing. Sementara Benyamin menerima 5 potong pesalin ditambah uang 300
urang perak.
Sesampainya
mereka di Kanaan, Yakub awalnya tawar hati saat kabar tentang Yusuf yang masih
hidup, dan bagaimana kemasyhuran Yusuf yang begitu besar di Mesir. Tapi setelah
mendengar tentang pernyataan Yusuf yang disampaikan oleh saudara-saudaranya
itu. Kemudian melihat bagaimana bekal dan kereta penjemputan yang sudah
disiapkan, akhirnya hati Yakub kembali merekah dan tidak dingin lagi. Kembali
bersemangat dan sebelum ajalnya tiba, dia hanya ingin bisa melihat bagaimana Yusuf sekarang ini.
Apa
makna dari perikop ini bagi kita? Apapun yang terjadi tentu ada sesuatu dibalik
itu semua dan ingat itu pasti seijinnya Allah. Meskipun kita belum mengerti
saat ini, tapi nanti waktu yang akan menyingkapkan apa makna dibalik sesuatu
yang baik atau yang buruk sekalipun. Tetap percaya bahwa itu adalah demi
penggenapan rencana Allah dalam hidup kita. Kita tinggal ikut proses dan
percaya akan rencananya yang jauh lebih besar dari apa yang kita pikirkan atau
apa yang kita harapkan sekalipun.
Kedua,
jangan sampai tawar hati, sehingga seakan sulit melepas masa lalu yang mungkin
begitu pahit yang kita rasakan. Seperti Yakub yang awalnya tawar hati, tetapi
setelah melihat apa yang dikatakan oleh Yusuf dan apa yang sudah ia tunjukkan,
harapan ketemu Yusuf semakin besar. Begitu juga dengan kita, apakah kita sudah
melihat ada secercah harapan yang akan menolong
semangat dan kepercayaannya kita kembali pulih? Ingat jangan putus
harapan, sebab dengan memiliki pengharapan kita makan mampu bertindak dengan
penuh keberanian (2 Kor 3:12).
Lopait,
25 Maret 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar