Berkat Manasye dan Efraim - Kejadian 48

Kejadian 48


Yusuf sangat peka dengan ayahnya Yakub yang memang tidak akan lama bertahan lagi. Saat sakit, Yusuf langsung datang dengan kedua anaknya, Manasye dan Efraim. Kuasa dari berkat itu sangat penting. Karena kedatangan Yusuf bersama dua anaknya, terjadi perubahan status dari anak-anak Yakub. Yusuf seakan setara dengan Yakub karena Efraim dan Manasye masuk satu rombongan dengan kedua belas suku dari Israel. Baru anak-anaknya Efraim dan Manasye menjadi milik kepunyaannya Yusuf. Artinya 2 suku langsung yang lahir dari Yakub terhapus dan digantikan dengan 2 suku yang lahir dari Yusuf. Dan uniknya lagi di Wahyu 7 :5-8 ada 12 suku Israel yang dimateraikan, dimana suku Manasye tetap ada tercatat, sementara suku Efraim tidak tercatat tapi berganti menjadi suku Yusuf.

Pola berulang kembali tentang berkat anak sulung dalam keturunannya Yusuf. Yakub meskipun anak kedua dari kakaknya Esau, Yakub terpilih mendapatkan berkat anak sulung. Ishak juga sama, meskipun Ishak bukan satu-satunya keturunan Abraham, sebab masih ada Ismail dan beberapa anak-anak lainnya dari istri yang lain, janji berkat Abraham tetap turun ke Ishak.

Kali ini berkat utama mengalir kepada anak nomor duanya Yusuf, yakni Efraim mendapatkan berkat yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Manasye anak pertamanya Yusuf. Yusuf sempat protes karena sikap tangan papanya saat memberikan berkat itu, Yakub bersila tangan saat hendak memohonkan berkat dan petunjuk Tuhan kepada mereka masing-masing. Yusus mengira karena kedua mata papanya yang sudah mulai rabun tidak bisa membedakan lagi mana yang sulung dan mana yang bungsu. Manasye yang ada di sebelah kanannya Yakub justru diberkati dengan tangan kirinya, sementara Efraim ada di sebelah kirinya, diberkati dengan tangan kanannya Yakub.

Yakub tahu tentang protesnya Yusuf dan meminta untuk tidak mempersoalkan apa yang dilakukannya. Tetap Efraim yang jadi anak sulung dan memberkati nya dengan berkat yang jauh lebih besar dibandingkan Manasye kakaknya. Lalu diberkatinyalah mereka pada waktu itu, katanya: ”Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan memberkati, demikian: Allah kiranya membuat engkau seperti Efraim dan seperti Manasye.” Demikianlah didahulukannya Efraim dari pada Manasye.' Kejadian 48:20.

Bahkan sebelum Yakub mati, Yakub sempat memberikan Yusuf warisan berupa satu punggung gunung yang ada di Amori, yang direbut Yakub dengan pedang dan panahnya. Itu menjadi pembeda antara Yusuf dengan 11 saudaranya yang lain.

Apa makna dari perikop ini kepada kita? Pertama, kepekaan mendatangkan berkat tersendiri bagi kita. Seperti Yusuf yang begitu peka dengan kondisi papanya, membuat warisan berkat Israel jauh lebih melimpah kepada Yusuf dan kepada kedua anaknya yang lahir di Mesir, yakni Manasye dan Efraim.

Kedua, berkat yang besar itu kepada Yusuf tentu tidak lepas dari keberaniannya, kesungguhannya, serta integritasnya yang tak ada duanya. Mau bayar harga dengan sejumlah penderitaan yang dialaminya.  Meski dijual dan dijadikan budak, kemudian di penjara dan diangkat jadi orang nomor 2 di Mesir, semua itu adalah proses yang membentuk Yusuf menjadi orang yang sangat diberkati. Tidak menyalahkan yang sudah-sudah dan terus melangkah maju adalah sikap yang harusnya boleh kita tiru. Sudahkah kita demikian?           

Lopait, 28 Maret 2026 

Komentar