Senin, 22 Juni 2026

Yusuf selalu menjadi Orang yang disertai Tuhan - Kejadian 39

 

 

Kejadian 39

Kehidupan Yusuf terus berlanjut, meskipun dijual sama kakak-kakaknya yang awalnya ingin dibunuh, kepada saudagar yang kebetulan lewat. Dan Potifar, kepala pengawal raja membeli Yusuf untuk jadi budak di rumahnya.

Uniknya budak adalah orang yang hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh tuannya. Tapi beda dengan Yusuf. Karena dia orang yang disertai Tuhan dan Tuhan senantiasa membuat segala pekerjaannya berhasil, Potifar-pun langsung mengasihi Yusuf dan  menawarkan tanggung jawab yang lebih besar baginya. Memberikan kuasa dan segala miliknya Potifar dibawah pengendaliannya Yusuf.

Godaan-pun datang dari istri Potifar-pun, Yusuf tetap teguh untuk tidak melakukan perbuatan zinah yang tentu melanggar ketentuan Allah dalam hidupnya. Tidak mau mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan oleh tuannya itu. Ia menolak dan pernyataan Yusuf sangat kuat tentang kepercayaannya itu,

“Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

Karena keteguhannya dia akhirnya dipenjara oleh perkataan istri Potifar yang menjebaknya. Dengan pakaian Yusuf yang tertinggal menjadi bukti kebohongan istri Potifar yang menyatakan bahwa Yusuf-lah yang menggoda dia. Padahal tidak, karena berhari-hari istri Potifar mengajak Yusuf tetapi dia tidak mau.

Di penjara-pun, Yusuf menjadi orang yang disayangi oleh kepala penjara, oleh karena Tuhan menyertai Yusuf dan kasih Tuhan melimpah atas Yusuf. Hingga pekerjaan kepala penjara-pun berkurang dan tidak ambil pusing untuk urusan penjara, karena Yusuf bertanggungjawab untuk urusan itu semua. Dan segala pekerjaan Yusuf selalu berhasil meskipun dalam kesulitan dan tidak bebas karena ada dalam penjara.

Apa yang menjadi makna dalam perikop ini? Pertama, miliki kasih yang besar kepada Tuhan dan hati yang penuh taat dihadapanNya selalu. Sekalipun tampaknya situasi yang dihadapi sekarang, berbeda dari kenyataan orang yang diberkati, tetapi dengan kasih yang besar itu dan hati yang penuh ketaatan itu, akan mampu membawa kita ke level yang berbeda tentang berkat yang akan kita terima. Yakni seperti Yusuf mendapatkan kasih dari Potifar dan mendapatkan sayang dari Kepala Penjara.

Kedua, dengan kepercayaan yang kita terima, kita harusnya mampu mengembangkan bakat dan potensi yang kita miliki. Tidak gampang tergoda oleh bujuk rayuan seperti Istri Potifar yang senantiasa menggoda. Tetapi dengan kesungguhan hati bahwa kepercayaan itu mahal harganya, dan kasih yang besar kepada Tuhan dan sesama, membuat kita akan terluput dari godaan untuk melakukan dosa. Niscaya kita akan selalu menjadi orang yang disertai Tuhan.

Penyertaan Tuhan jauh lebih berharga dan lebih besar dari berkat materi. Pertanyaannya, sudahkah kita menjadi orang yang disertai  Tuhan?

Lopait, 18 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yusuf, Firaun dan Bencana Kelaparan - Kejadian 41

  Kejadian 41 Dua tahun bukan waktu yang singkat bagi Yusuf saat dia ada dalam penjara. Tapi itu waktu yang pas bagi Yusuf untuk bisa bert...