Senin, 22 Juni 2026

Yusuf, Firaun dan Bencana Kelaparan - Kejadian 41

 

Kejadian 41


Dua tahun bukan waktu yang singkat bagi Yusuf saat dia ada dalam penjara. Tapi itu waktu yang pas bagi Yusuf untuk bisa bertemu dengan Firaun. Sang juru minum raja yang sempat ia ketemu waktu dalam penjara akhirnya menyampaikan bahwa ada satu orang yang hebat yang mampu menterjemahkan arti mimpi dan menjadi kenyataan.

Di usia 30 tahun, saat Firaun bermimpi dua kali tentang akan adanya bencana kelaparan yang bukan hanya terjadi di Mesir bahkan seluruh dunia juga akan mengalaminya. Butuh orang bijak yang berpengetahuan hebat bagaimana sistem logistik penyimpanan makanan yang terbaik sehingga mampu bertahan hingga lebih dari 14 tahun? Bagaimana melibatkan seluruh kota-kota di Mesir terlibat dalam proyek ini? Kemudian sistem pendistribusian yang akan bisa melayani seluruh permintaan yang bakal datang selama kurang lebih 7 tahun masa kelaparan? Proyek ini tentu bukan penanganan proyek yang bisa dilakukan sambil lalu saja. Yusuf butuh hikmat Tuhan dalam mengelola ini.

Dalam peta perjalanan Yusuf selalu memberi yang terbaik dalam segala hal, bahkan dampak yang diberikan selalu extra ordinary impact. Hal itu dibuktikan dan dirasakan bukan hanya oleh Potifar juga dirasakan oleh Kepala Penjara. Setelah melakukan atau melewati itu semua, yang bahkan memiliki identitas sebagai budak dan menjadi narapidana, tentang tanggung jawabnya dalam proyek pembentukan Tuhan itu, Yusuf selalu setia dan mengerjakannya dengan sukaciita.

Sehingga tidak heran ketika nasihatnya kepada raja Firaun untuk mengatasi persoalan mimpi meskipun baru tahap mimpi, Yusuf tidak main-main. Dimana mimpi raja yang pertama tujuh ekor lembu kurus yang memakan tujuh ekor lembu gemuk. Lanjut dengan yang kedua, tujuh bulir gandum yang kurus dan layu menelan tujuh bulir gandum yang gemuk. Sekalipun sudah memakan atau menelannya tak ada perubahan bentuk lembu kurus maupun bulir gandum tersebut.

Kegelisahan Firaun tentang mimpi itu, dan pengalaman si juru minum raja yang pernah dipenjara bersama dengan Yusuf, akhirnya mempertemukan Yusuf dengan Firaun. Status dan identitasnya yang lama berubah dari tahanan menjadi orang nomor dua tertinggi di Mesir. Yang jadi pembeda antara Firaun dan Yusuf adalah tahtanya Firaun. Selain itu semua sama, bahkan seluruh orang di Mesir, bukan hanya tunduk dan hormat, seluruh pergerakan orang Mesir tidak boleh tanpa sepengetahuannya Yusuf.

Firaun juga memberikan istri, putri seorang imam di On, yakni Asnat, anak Potifera. Kurang lebih selama 7 tahun masa kelimpahan, dua orang anak sudah lahir dipangkuannya Yusuf. Yakni Manasye sebagai anak sulung yang artinya Allah telah membuat aku lupa sama sekali tentang kesukaranku dan kepada rumah bapaku. Kemudian Efraim anak kedua yang artinya, ‘Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku’.

Akhirnya tiba tahun kelaparan, semua orang orang datang kepada Firaun untuk solusinya. Firaun mengatakan silakan datang kepada Yusuf atau Zafnat-Paaneah yang artinya Tuhan bicara dan Tuhan Hidup untuk segala persoalan mereka. Bukan hanya orang Mesir, seluruh dunia datang kepadanya untuk bisa mendapatkan bahan makanan yang sudah habis dimana-mana. Karena tak ada panen lagi.

Apa makna perikop ini bagi kita? Pertama, sabar dalam prosesnya Tuhan, sekalipun identitas kita menjadi budak atau bahkan narapidana, ingat untuk selalu memberi yang terbaik, miliki sikap yang rendah hati serta suka menolong orang lain. Ini cara kita untuk bisa diangkat ke level yang lebih tinggi lagi. Tinggal tunggu waktunya Tuhan saja.

Kedua,  tetap belajar meskipun kita berada di suatu yang sulit. Artinya tidak berdiam diri saja tanpa mengembangkan kapasitas besar yang mungkin sudah Tuhan persiapkan bagi kita sebelumnya. Seperti Yusuf yang secara tidak sengaja akhirnya belajar bagaimana sistem pasok dan sistem distribusi makanan yang ada sehingga semua berjalan dengan sangat baik, tidak ada kekacauan. Karena bisa dipastikan orang lapar akan sulit diajak berpikir dan tertib. Sistem yang dibuat Yusuf memungkinkan semua berjalan dengan sangat baik. Pertanyaannya akankah kita mau seperti Yusuf yang terus belajar dan mengembangkan dirinya?

Lopait, 20 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yusuf, Firaun dan Bencana Kelaparan - Kejadian 41

  Kejadian 41 Dua tahun bukan waktu yang singkat bagi Yusuf saat dia ada dalam penjara. Tapi itu waktu yang pas bagi Yusuf untuk bisa bert...