Selasa, 30 Juni 2026

Yusuf Bertemu Kembali Saudara-Saudaranya - Kejadian 42

 


Kejadian 42

Akhirnya terjadi apa yang menjadi mimpinya Firaun, Raja Mesir itu. Kelaparan ada terjadi dimana-mana, bukan hanya di Mesir, tanah Kanaan dimana keluarga Yusuf juga terjadi kelaparan. Sehingga kabar tentang masih tersedianya bahan makanan di Mesir menjadi berita paling penting di seluruh dunia saat itu. Yakub-pun mendengar ada gandum dan lainnya tersedia di Mesir, sehingga menyuruh 10 anaknya segera ke sana untuk membeli bahan makanan. Minus keikutsertaan Benyamin, adiknya Yusuf, karena pengalaman kakaknya sebelumnya yang ditimpa malapetaka. Yakub tidak mau kehilangan anak yang masih tertinggal dan satu-satunya dari Rahel, istri yang paling dicintainya itu.

Yusuf-pun segera mengenali kesepuluh saudaranya itu, dan langsung bertanya tentang siapa mereka dan dari mana mereka berasal. Kesepuluh saudaranya itu cerita asal mereka dari Tanah Kanaan, bahkan cerita tentang keluarga mereka berapa bersaudara dan adiknya yang masih tertinggal di Kanaan.

Yusuf kembali menggertak mereka, menyebut mereka pengintai di Mesir. Dan untuk membuktikan mereka orang jujur, haruslah menjemput adiknya Benyamin. Kalau tidak datang bersama dia, jangan harap untuk bisa datang kembali ke Mesir. Di depan Yusuf mereka saling menyalahkan satu sama lain tentang perbuatan mereka yang dulu kepada Yusuf. Awalnya hendak membunuh tapi akhirnya sepakat untuk menjualnya saja. Bagaimana sesak hatinya Yusuf untuk tidak dijahati oleh kekak-kakaknya itu, namun mereka tidak mendengarnya? Dan sekarang kesesakan itu kita alami saat ini.

Yusuf sempat menyingkir untuk menangis sebentar karena hatinya yang benar-benar rindu kepada kakak-kakaknya itu. Dan teringat juga tentang mimpi nya Yusuf yang disampaikannya waktu masih berada di Kanaan. Yusuf menahan ke-10 kakaknya itu di penjara selama 3 hari di penjara. Untuk membuktikan perkataan mereka.

Setelah tiga hari di penjara, Yusuf-pun meminta mereka untuk membawa bahan makanan yang mereka beli dan kembali ke ayah mereka di Kanaan. Tapi kali itu Simeon menjadi jaminan tetap di dalam penjara, sementara 9 saudaranya yang lain bisa pulang segera ke Kanaan untuk bisa meredakan kelaparan di sana.

Di tengah jalan mereka-pun  menemukan bahwa uang pembelian gandum masih ada di mulut karung mereka masing-masing. Dan setelah sampai ke Kanaan tempatnya ayahnya, mereka cerita semua yang mereka sudah alami. Yakub sempat marah kepada sembilan anaknya yang kembali itu dan berkata “Kali ini Simeon tidak ada lagi, Yusuf juga, kali ini hendak Benyamin juga, Aku inilah yang menanggung segala-galanya?”

Ruben sempat membela diri dan memberikan jaminan kedua anaknya boleh dibunuh, jika Benyamin tidak pulang. Tapi Yakub tetap bertahan tidak boleh membawa anaknya si Benyamin.

Apa yang menjadi pelajaran dari perikop ini? Pertama, mimpi yang dari Tuhan, pasti akan terjadi. Jika kita sudah dapatkan mimpi atau visi yang dari Tuhan, apakah kita mau dan rela mewujudkan itu dalam hidup kita? Apakah kita akan bersedia seperti Yusuf bayar harga dijual  bahkan hendak dibunuh karena tidak suka dengar mimpinya ?

Kedua, mimpinya Firaun berkaitan erat dengan mimpinya Yusuf yang akan menjadi jawaban persoalan nya. Bahkan akan menjadi jjawaban persoalan dunia juga. Apakah kita siap untuk menjadi jawaban atas persoalan bagi bangsa ini? Tapi sebelum itu apakah kita mampu juga menjadi jawaban atas persoalan atau konflik yang terjadi dalam keluarga kita, dan bukan malah menambah masalah? Seperti Ruben juga yang berani menanggung resiko jika hal yang terburuk terjadi-pun dalam keluarga besar mereka?

Lopait, 21 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trik Yusuf dan Pemenuhan Janji Yehuda - Kejadian 44

  Kejadian 44 Yusuf melakukan suatu trik untuk bisa mengatur bagaimana saudara-saudaranya itu   bisa tetap terhubung dengannya. Sebuah tri...