Senin, 22 Juni 2026

Yusuf Bertemu Juru Minum dan Juru Roti Raja - Kejadian 40

 

Kejadian 40

Sekalipun dalam penjara, Yusuf masih sempat bertemu dengan orang-orang hebat dari lingkungan istana. Cara Tuhan bukan kurang panjang untuk mempertemukan orang-orang yang akan bakal menolong kita dengan cara nya yang ajaib. Tapi lagi-lagi kita butuh tuntunan Tuhan, jika kesempatan itu datang. Sebab Yesaya sangat jelas menuliskan dalam kitabnya, Yesaya 2:22,”Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?

Juru minum raja dan juru roti raja sama-sama melakukan kesalahan yang membuat raja Mesir murka, dan memenjarakan mereka dalam penjara bersama dengan Yusuf. Dan pada hari yang sama pula, keduanya sama-sama bermimpi. Mimpi yang hampir sama tetapi beda makna dan realitas dari mimpi-mimpi tersebut.

Kedua juru tersebut, tampak muram mukanya, sehingga Yusuf yang memperhatikan perubahan muka tersebut bertanya apakah gerangan yang terjadi? (Kejadian 40:7). Juru minum-pun mulai cerita apa yang jadi mimpinya, tampak  ada pohon anggur dan tiga carangnya yang baru bertunas dan penuh buah. Sehingga sang juru minum ambil piala Firaun dan menyampaikannya kemudian kepada sang raja.

Mimpinya sangat baik, dan Yusuf menyampaikan makna dari mimpi tersebut. Dan benar sesuai kenyataan apa yang disampaikan oleh Yusuf kepadanya, bahwa dia akan kembali ke tugas semula, menjadi juru minum raja.

Sementara sang juru roti, juga kurang lebih sama dengan mimpi sang juru minum, menceritakan mimpinya. Yakni ada 3 bakul yang dibawa sang juru roti tapi ditengah jalan roti-roti itu dimakan burung-burung. Kemudian Yusuf-pun menceritakan maknanya, yakni dalam 3 hari dia akan digantung dan burung-burung akan memakan dagingnya dari tubuhnya,

Untuk sang juru minum ini, Yusuf sangat jelas meminta kepadanya usai dirinya, bebas dan akan bertemu langsung dengan raja Firaun. Yakni supaya sang juru minum itu memperjuangkan kasus yang sedang Yusuf alami saat ini. Tetapi apa yang terjadi? Di akhir perikop ini dituliskan, tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu dan melupakan apa yang pernah Yusuf sampaikan kepadanya.

Apa makna dari perikop ini? Pertama, pentingnya untuk meminta konfirmasi kembali dari Tuhan.  Meskipun tampaknya ada orang yang akan jadi jawaban lewat berkat yang mungkin ia berikan kepada kita. Benarkah berkat itu dari Tuhan atau dari manusia semata? Jika itu peluang dari Tuhan, niscaya kita akan mendapatkannya, bahkan dampaknya bukan hanya kita saja yang menerima, keluarga dan pelayanan atau pekerjaan kita akan semakin diberkatiNya.

Kedua, sesungguhnya Tangan Tuhan bukan kurang panjang untuk menolong kita. Dan jika Tuhan belum menolong sekalipun, ingat Dia sedang menguji kita untuk menghasilkan yang terbaik dari kita dan berkenan kepadanya. Butuh yang namanya kesabaran, tidak terburu-buru, apalagi sampai berupaya menolong Tuhan, dengan cara-cara kita yang sempit dan tentu tidak akan pernah menuntaskan persoalan kita.

Sudahkah kita sabar dan tetap menunggu proses yang dari Tuhan dalam persoalan yang mungkin kita hadapi saat ini?

Lopait, 19 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yusuf, Firaun dan Bencana Kelaparan - Kejadian 41

  Kejadian 41 Dua tahun bukan waktu yang singkat bagi Yusuf saat dia ada dalam penjara. Tapi itu waktu yang pas bagi Yusuf untuk bisa bert...