![]() |
| Kejadian 40 |
Sekalipun
dalam penjara, Yusuf masih sempat bertemu dengan orang-orang hebat dari
lingkungan istana. Cara Tuhan bukan kurang panjang untuk mempertemukan
orang-orang yang akan bakal menolong kita dengan cara nya yang ajaib. Tapi
lagi-lagi kita butuh tuntunan Tuhan, jika kesempatan itu datang. Sebab Yesaya
sangat jelas menuliskan dalam kitabnya, Yesaya 2:22,”Jangan berharap pada
manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia
dapat dianggap?
Juru
minum raja dan juru roti raja sama-sama melakukan kesalahan yang membuat raja
Mesir murka, dan memenjarakan mereka dalam penjara bersama dengan Yusuf. Dan
pada hari yang sama pula, keduanya sama-sama bermimpi. Mimpi yang hampir sama
tetapi beda makna dan realitas dari mimpi-mimpi tersebut.
Kedua
juru tersebut, tampak muram mukanya, sehingga Yusuf yang memperhatikan
perubahan muka tersebut bertanya apakah gerangan yang terjadi? (Kejadian 40:7).
Juru minum-pun mulai cerita apa yang jadi mimpinya, tampak ada pohon anggur dan tiga carangnya yang baru
bertunas dan penuh buah. Sehingga sang juru minum ambil piala Firaun dan
menyampaikannya kemudian kepada sang raja.
Mimpinya
sangat baik, dan Yusuf menyampaikan makna dari mimpi tersebut. Dan benar sesuai
kenyataan apa yang disampaikan oleh Yusuf kepadanya, bahwa dia akan kembali ke
tugas semula, menjadi juru minum raja.
Sementara
sang juru roti, juga kurang lebih sama dengan mimpi sang juru minum,
menceritakan mimpinya. Yakni ada 3 bakul yang dibawa sang juru roti tapi
ditengah jalan roti-roti itu dimakan burung-burung. Kemudian Yusuf-pun
menceritakan maknanya, yakni dalam 3 hari dia akan digantung dan burung-burung
akan memakan dagingnya dari tubuhnya,
Untuk
sang juru minum ini, Yusuf sangat jelas meminta kepadanya usai dirinya, bebas
dan akan bertemu langsung dengan raja Firaun. Yakni supaya sang juru minum itu
memperjuangkan kasus yang sedang Yusuf alami saat ini. Tetapi apa yang terjadi?
Di akhir perikop ini dituliskan, tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru
minuman itu dan melupakan apa yang pernah Yusuf sampaikan kepadanya.
Apa
makna dari perikop ini? Pertama, pentingnya untuk meminta konfirmasi kembali
dari Tuhan. Meskipun tampaknya ada orang
yang akan jadi jawaban lewat berkat yang mungkin ia berikan kepada kita.
Benarkah berkat itu dari Tuhan atau dari manusia semata? Jika itu peluang dari
Tuhan, niscaya kita akan mendapatkannya, bahkan dampaknya bukan hanya kita saja
yang menerima, keluarga dan pelayanan atau pekerjaan kita akan semakin
diberkatiNya.
Kedua,
sesungguhnya Tangan Tuhan bukan kurang panjang untuk menolong kita. Dan jika
Tuhan belum menolong sekalipun, ingat Dia sedang menguji kita untuk
menghasilkan yang terbaik dari kita dan berkenan kepadanya. Butuh yang namanya
kesabaran, tidak terburu-buru, apalagi sampai berupaya menolong Tuhan, dengan
cara-cara kita yang sempit dan tentu tidak akan pernah menuntaskan persoalan
kita.
Sudahkah
kita sabar dan tetap menunggu proses yang dari Tuhan dalam persoalan yang
mungkin kita hadapi saat ini?
Lopait,
19 Maret 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar