Selasa, 30 Juni 2026

Yakub Mengalah dan Perjumpaan Kedua Kali dengan Yusuf - Kejadian 43

 

Kejadian 43


Awalnya  Yakub sangat tidak rela untuk melepas kepergian Benyamin adiknya Yusuf untuk ikut serta bersama ke-9 saudaranya yang lain untuk berangkat ke Mesir. Tapi lagi-lagi karena terdesak dengan kekurangan pangan, dan sudah habis persediaan pangan yang sudah dibeli dari Mesir untuk pertama kali, Yakub akhirnya tiba pada satu keputusan sulit dalam hidupnya.

Dia pasrah dan memutuskan 3 hal untuk keberangkatan para putranya itu. Yaitu pertama untuk membawa persembahan berharga dari tanah Kanaan berupa balsam, sedikit madu, damar dan damar ladan, buah kemiri dan buah badam. Kedua, membawa uang dua kali banyaknya dari uang pertama pembelian mereka. Ketiga yang sulit adalah membawa serta Benyamin ikut serta bersama rombongan anaknya itu.

Pernyataan Yehuda meluluhkan hati Yakub yang awalnya menyatakan, ”mengapa engkau mendatangkan malapetaka kepadaku dengan memberitahukan kepada orang itu, bahwa masih ada adikmu seorang?”. Setelah Yehuda berjanji jika dia tidak membawa serta kembali Benyamin, ayahnya boleh menuntut kepadanya dan ia menjadi seorang pendosa untuk selama-lamanya. Yakub akhirnya mengijinkan Benyamin ikut serta.

Kontras dengan pernyataan pembelaannya Ruben kepada papanya Yakub di pasal sebelumnya, 'Lalu berkatalah Ruben kepada ayahnya: ”Kedua anakku laki-laki boleh engkau bunuh, jika ia tidak kubawa kepadamu; serahkanlah dia ke dalam tanganku, maka dia akan kubawa kembali kepadamu.” ' Kejadian 42:37. Kontras karena tidak masuk akal apa yang jadi jaminannya Ruben, yang merelakan anaknya dibunuh. Sementara anaknya Ruben tentu adalah cucunya Yakub.

Kemudian mereka berangkat sesuai dengan perbekalan yang sudah disampaikan oleh ayahnya. Sesampai di Mesir, Yusuf mengenali mereka dan meminta penjaga untuk membawa mereka langsung ke kediamannya dan akan makan siang bersama dengan mereka. Para kakaknya Yusuf sangat ketakutan kenapa mereka dibawa kembali ke tempat yang sama? Mereka menebak-nebak bahwa karena uang pembelian pertama yang ada kantong gandum mereka. Sehingga ada kemungkinan mereka akan dijadikan budak disana.

Padahal apa yang ditakutkan mereka dan tebakan mereka salah total. Bukan karena uang, tetapi karena Yusuf ingin menjamu mereka secara langsung. Sesudah urusan Yusuf beres mengatur penjualan gandum ke orang-orang yang berdatangan, dia langsung mengenali sosok adiknya itu, Benyamin. Hatinya sangat rindu kepada adiknya itu dan saudara-saudaranya yang lain. Sehingga sejenak Yusuf keluar untuk menangis bahagia, kemudian ia membasuh muka nya dan datang lagi kepada mereka di ruangan makan yang ada.

Ada pembedaan yang sangat kental untuk makanan hidangan yang diberikan kepada Benyamin dengan ke 9 kakaknya yang lain. Dimana hidangan kepada Benyamin 5 kali lebih banyak dari saudara-saudaranya yang. Tidak ada komplain dari 9 kakaknya yang lain, dan menerima perlakuan yang diberikan orang Mesir kepadanya.

Apa pelajaran dari perikop ini? Pertama, jadilah pembela yang baik untuk orang atau untuk bangsa kita ini. Pembela yang siap bayar harga dengan hidupnya dan bahkan dengan keberanian sehingga orang yang melihat sikap kita itu, bisa tersentuh dan akhirnya merelakan dan memutuskan hidupnya untuk ikut Yesus dalam hidupnya. Seperti Yehuda yang tampil untuk membela saudara-saudaranya yang lain, sehingga keputusan ayahnya berubah dari ragu-ragu menjadi yakin.

Kedua, jangan mudah berprasangka, apalagi prasangka yang tidak baik untuk keadaan kondisi yang memang tidak baik-baik saja. Bahwa sejatinya itu akan membuat kita goyah dan lemah untuk memutuskan sesuatu. Harapkan yang baik sehingga kita tetap kuat dan tetap maju terus melangkah setapak demi setapak. Memang ada keraguan dalam hati, tetapi ingatlah rancangan Tuhan jauh lebih indah melebihi bayangan kita  sekalipun.

Lopait, 23 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trik Yusuf dan Pemenuhan Janji Yehuda - Kejadian 44

  Kejadian 44 Yusuf melakukan suatu trik untuk bisa mengatur bagaimana saudara-saudaranya itu   bisa tetap terhubung dengannya. Sebuah tri...