![]() |
| Kejadian 43 |
Awalnya Yakub sangat tidak rela untuk melepas
kepergian Benyamin adiknya Yusuf untuk ikut serta bersama ke-9 saudaranya yang
lain untuk berangkat ke Mesir. Tapi lagi-lagi karena terdesak dengan kekurangan
pangan, dan sudah habis persediaan pangan yang sudah dibeli dari Mesir untuk
pertama kali, Yakub akhirnya tiba pada satu keputusan sulit dalam hidupnya.
Dia
pasrah dan memutuskan 3 hal untuk keberangkatan para putranya itu. Yaitu
pertama untuk membawa persembahan berharga dari tanah Kanaan berupa balsam, sedikit
madu, damar dan damar ladan, buah kemiri dan buah badam. Kedua, membawa uang
dua kali banyaknya dari uang pertama pembelian mereka. Ketiga yang sulit adalah
membawa serta Benyamin ikut serta bersama rombongan anaknya itu.
Pernyataan
Yehuda meluluhkan hati Yakub yang awalnya menyatakan, ”mengapa engkau mendatangkan
malapetaka kepadaku dengan memberitahukan kepada orang itu, bahwa masih ada
adikmu seorang?”. Setelah Yehuda berjanji jika dia tidak membawa serta kembali
Benyamin, ayahnya boleh menuntut kepadanya dan ia menjadi seorang pendosa untuk
selama-lamanya. Yakub akhirnya mengijinkan Benyamin ikut serta.
Kontras
dengan pernyataan pembelaannya Ruben kepada papanya Yakub di pasal sebelumnya, 'Lalu berkatalah Ruben kepada ayahnya: ”Kedua
anakku laki-laki boleh engkau bunuh, jika ia tidak kubawa kepadamu; serahkanlah
dia ke dalam tanganku, maka dia akan kubawa kembali kepadamu.” ' Kejadian 42:37.
Kontras karena tidak masuk akal apa yang jadi jaminannya Ruben, yang merelakan
anaknya dibunuh. Sementara anaknya Ruben tentu adalah cucunya Yakub.
Kemudian mereka berangkat sesuai dengan perbekalan
yang sudah disampaikan oleh ayahnya. Sesampai di Mesir, Yusuf mengenali mereka
dan meminta penjaga untuk membawa mereka langsung ke kediamannya dan akan makan
siang bersama dengan mereka. Para kakaknya Yusuf sangat ketakutan kenapa mereka
dibawa kembali ke tempat yang sama? Mereka menebak-nebak bahwa karena uang
pembelian pertama yang ada kantong gandum mereka. Sehingga ada kemungkinan
mereka akan dijadikan budak disana.
Padahal apa yang ditakutkan mereka dan tebakan
mereka salah total. Bukan karena uang, tetapi karena Yusuf ingin menjamu mereka
secara langsung. Sesudah urusan Yusuf beres mengatur penjualan gandum ke
orang-orang yang berdatangan, dia langsung mengenali sosok adiknya itu,
Benyamin. Hatinya sangat rindu kepada adiknya itu dan saudara-saudaranya yang
lain. Sehingga sejenak Yusuf keluar untuk menangis bahagia, kemudian ia
membasuh muka nya dan datang lagi kepada mereka di ruangan makan yang ada.
Ada pembedaan yang sangat kental untuk makanan
hidangan yang diberikan kepada Benyamin dengan ke 9 kakaknya yang lain. Dimana
hidangan kepada Benyamin 5 kali lebih banyak dari saudara-saudaranya yang.
Tidak ada komplain dari 9 kakaknya yang lain, dan menerima perlakuan yang
diberikan orang Mesir kepadanya.
Apa pelajaran dari perikop ini? Pertama, jadilah
pembela yang baik untuk orang atau untuk bangsa kita ini. Pembela yang siap
bayar harga dengan hidupnya dan bahkan dengan keberanian sehingga orang yang
melihat sikap kita itu, bisa tersentuh dan akhirnya merelakan dan memutuskan
hidupnya untuk ikut Yesus dalam hidupnya. Seperti Yehuda yang tampil untuk
membela saudara-saudaranya yang lain, sehingga keputusan ayahnya berubah dari
ragu-ragu menjadi yakin.
Kedua, jangan mudah berprasangka, apalagi
prasangka yang tidak baik untuk keadaan kondisi yang memang tidak baik-baik
saja. Bahwa sejatinya itu akan membuat kita goyah dan lemah untuk memutuskan
sesuatu. Harapkan yang baik sehingga kita tetap kuat dan tetap maju terus
melangkah setapak demi setapak. Memang ada keraguan dalam hati, tetapi ingatlah
rancangan Tuhan jauh lebih indah melebihi bayangan kita sekalipun.
Lopait, 23 Maret 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar